Ratusan Sel Isolasi Napi Teroris dan Bandar Narkoba Dibangun di Lapas High Risk Nusakambangan

METROSEMARANG.COM – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tengah mengebut pembangunan lapas high risk di Lapas Kelas I B Batu dan Lapas Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap.

Lapas high risk akan dibangun di Nusakambangan
Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kemenkumham Jateng, Djoni Priyatno menyatakan saat ini pihaknya tengah mengerjakan pembangunan sarana dan prasarana di dua lokasi lapas high risk tersebut.

Ia mengatakan pembangunan dikerjakan pada kapasitas ruang tahanan yang diperkecil untuk menampung para narapidana gembong narkoba dan kasus terorisme.

“Kamarnya akan diperkecil. Di sana ditempatkan 120 orang napi narkoba dan ada lagi 85 kamar khusus teroris,” ungkap Djoni usai mengikuti acara refleksi akhir tahun 2017 di Kanwil Kemenkumham Jateng, Jalan Dr Cipto Semarang, pada Rabu (27/12).

Ia menjelaskan proses pemindahan para narapidana masih menunggu aba-aba dari pemerintah pusat.

Untuk tahapan assessment tiap narapidana, kata Djoni nantinya terbagi dalam beberapa sesi. “Napi-napi yang akan dipindah ke lapas high yang termasuk kategori membahayakan negata, lingkungan sekitar dan diri sendiri,” katanya.

“Termasuk narapidana yang berpotensi melakukan bunuh diri juga akan ditempatkan di high risk,” imbuhnya.

Menurut Djoni proses assessment kepada narapidana narkoba akan melibatkan penyidik BNNP. Sedangkan assessment bagi narapidana kasus terorisme melibatkan petugas Densus 88 Antiteror serta dibantu BNPT.

Djoni memastikan sistem keamanan di lapas high risk dilakukan dengan sangat ketat. Pihaknya akan mengendalikan sistem keamanan menggunakan satu alat elektronik.

“Sistem keamanannya akan terkendali dengan satu sistem elektronik,” paparnya. Ia menjanjikan pengaktifan lapas high risk tinggal menunggu izin resmi dari pemerintah pusat. (far)

You might also like

Comments are closed.