Ratusan Warga Serbu Paket Sembako Murah di Plamongansari

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 500 paket sembako murah diburu ratusan warga Kelurahan Plamongansari Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Warga hanya membayar Rp 50.000 untuk mendapatkan paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu dan sirup senilai Rp 100.000.

Pasar Murah Ramadan yang diadakan Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan beberapa industri swasta di Ponpes Darul Masoleh Kedung Blancir, Kelurahan Plamongansari, Senin (5/6). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kegiatan pasar murah Ramadan tersebut, digelar oleh Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan beberapa industri swasta di Ponpes Darul Masoleh Kedung Blancir, Kelurahan Plamongansari, Senin (5/6). Pelaksanaannya bekerjasama dengan Ponpes Darul Masoleh dan Muslimat NU.

Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana mengatakan, uniknya dalam pasar murah Ramadan ini semua hasil penjualan sembako disumbangkan ke pondok pesantren. Sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat lebih luas .

”Uang tebusan Rp 50.000 dari warga akan disumbangkan ke pondok pesantren dan ormas. Sehingga tidak hanya menjual sembako murah saja, tapi manfaatnya meluas,” katanya.

Selain perusahaan di Semarang, menurutnya Kementerian Perdagangan mengajak sekitar 40 industri untuk melakukan kegiatan pasar murah Ramadhan. Sebab pasar murah akan dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia kecuali Papua, karena diprioritaskan yang akan merayakan Idul Fitri.

”Pasar murah di Kota Semarang ini adalah pelaksanaan yang pertama di Indonesia. Tidak ada sasaran khusus, hanya menitikberatkan pada pesantren karena punya akses bagus ke masyarakat,  dan masyarakat sekitarnya kami nilai juga membutuhkan pasar murah,” terangnya.

Harapannya, dengan adanya pasar murah ini ada kebersamaan antara pelaku swasta, pemerintah dan masyarakat untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ahmad Munawir, Pengasuh Ponpes Darul Masoleh mengatakan, menyambut baik adanya pasar murah ini. Ia menilai masyarakat sekitar membutuhkan adanya pasar murah karena 90% dari ekonomi lemah. Dengan mata pencaharian sebagai buruh pabrik, supir truk, buruh gendong bata merah, dan lainnya. Ponpesnya juga membutuhkan bantuan karena banyak kerusakan yang harus segera direnovasi. (duh)

You might also like

Comments are closed.