Rayakan HUT ke-70 RI, Istri Menteri Supeno Upacara di Simpang Lima

Ny Tien Supeno bersama Gubernur Ganjar Pranowo usai upacara HUT ke-70 RI di Simpang Lima, Senin (17/8). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Ny Tien Supeno bersama Gubernur Ganjar Pranowo usai upacara HUT ke-70 RI di Simpang Lima, Senin (17/8). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

SEMARANG – Puncak peringatan ke 70 tahun Hari Kemerdekaan Indonesia, Senin (17/8), dirayakan segenap rakyat Indonesia di penjuru tanah air. Bahkan, warga Semarang pun menyaksikan jalannya upacara HUT ke-70 RI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima.

Menariknya, veteran pejuang angkatan Kemerdekaan 45 juga hadir di tengah peserta upacara. Di situ, terlihat hadir pula Tien Supeno, janda mendiang Menteri Supeno, yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI Ke-2 Soeharto.

Meski usianya sudah menginjak 93 tahun, tapi semangat Tien untuk menghadiri puncak peringatan HUT RI tak pernah surut. Ia ikut upacara dengan bantuan kursi roda. Hal itu dibenarkan cucu Menteri Supeno, Sinthia Roosana Untari, yang menemani sang nenek. “Setiap tahun Eyang upacara tujuh belasan di sini,” kata Sinthia, kepada wartawan usai upacara.

Sinthia berujar, neneknya kini masih aktif berorganisasi di berbagai lembaga sosial. Istri Menteri Supeno ini, masih aktif di kegiatan kepramukaan. Atas jasanya di dunia kepramukaan, ia bahkan diberi gelar Panca Warsa Utama sebagai penghargaan tertinggi di Gerakan Pramuka.

Tien Supeno, kata Sinthia, juga aktif di lembaga Pembina Racana Diponegoro dan Yayasan Mardhi Waluyo sebagai pengelola RS Hermina. Diluar itu, janda perang ini juga aktif mengelola Gedung Wanita, organisasi perempuan internasional serta anggota Legiun Veteran 45 Gedung Juang Semarang.

Lebih jauh, Sinthia menceritakan, neneknya sempat aktif menjadi dosen Bahasa Belanda di Universitas Semarang saat berusia 89 tahun. “Tapi kalau di rumah Eyang sekarang sering mengaji, membaca buku dan menggelar pertemuan dengan aktivis kepemudaan,” imbuhnya.

Tien menikah dengan mendiang Menteri Supeno saat zaman pergolakan Kemerdekaan RI. Ia punya seorang anak bernama Yudianingsih yang lahir pada 1944 serta lima cucu dan tujuh buyut. Suaminya, dikenal sebagai menteri termuda di Era pemerintahan Soekarno-Hatta. Saat menjadi Menteri Pemuda dan Pembangunan, Menteri Supeno baru berusia 33 tahun.

Namun sayang, Menteri Supeno gugur saat bertugas. Namanya diabadikan jadi jalan di Kota Semarang. Sepeninggal suaminya, Tien Supeno mengisi masa tuanya ditemani anak cucu di rumahnya Jalan Wonodri Baru Nomor 29 Semarang.

“Eyang dapat uang pensiun dari pemerintah dan masih sering dikunjungi anggota Pramuka kalau menjelang acara tujuh belasan,” tuturnya.

Selain Tien Supeno, dalam upacara sakral tersebut turut hadir pejabat Muspida di lingkungan Pemprov Jateng bersama personel TNI/Polri di semua angkatan. Upacara peringatan HUT RI Ke-70 itu dipimpin Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (far)

You might also like

Comments are closed.