Rayakan Waisak, Tokoh Budha Sebarkan Misi Anti Kekerasan Seksual

METROSEMARANG.COM – Segenap umat Budha di penjuru Tanah Air, hari ini Minggu (22/5) secara serentak melaksanakan ibadah Hari Raya Waisak. Biksu Cattamano Thera, yang memimpin umat Budha di Vihara Tanah Putih Semarang pun ikut merayakan Waisak dengan suka cita.

Cattamano mengatakan tahun ini umat Budha memaknai Waisak dengan cara berbeda. Ia bilang, setiap umat wajib menyebarkan misi anti kekerasan seksual mengingat kini tindak kejahatan tersebut marak terjadi di Indonesia.

Ilustrasi Foto: metrosemarang.com/dok
Ilustrasi
Foto: metrosemarang.com/dok

Baginya, pelaku kekerasan seksual lebih biadab ketimbang hewan. “Itu betul-betul manusia yang punya sifat Tiracchano atau manusia yang berperilaku seperti hewan,” katanya.

Cattamano berkata tindakan apapun yang dilakukan pelaku kekerasan seksual tetap aksi yang keji dan jahat. “Lebih jahatnya lagi yang diperkosa anak-anak di bawah umur,” ujar Cattamano.

Budha tak pernah mengajarkan tindakan kejam seperti itu. Budha, menurutnya adalah agama welas asih dan tidak pernah membenarkan aksi pelecehan seksual terhadap wanita.

“Dalam agama Budha, kita diajarkan melihat tiga perilaku manusia yakni manusia Manusso, Peto dan Tiracchano,” katanya lagi.

“Orang yang memperkosa sampai anak-anak, nah itu manusia binatang. Binatang seperti ayam dia tidak peduli orang tuanya, adiknya, dia tidak peduli,” sambungnya.

Ia pun melihat hukuman maksimal terhadap pelaku merupakan opsi terbaik sebagai efek jera agar hal tersebut tak terulang kembali pada masa mendatang.

“Sudah tentu diberi ganjaran sesuai kejahatan itu,” imbuhnya.

Ia berpendapat hukuman maksimal bakal membuat si pelaku bertaubat agar tindakan keji terhadap wanita tak terulang lagi.

“Kita juga harus mampu mengendalikan diri biar tidak terhanyut oleh kesenangan indria (indera mata, telinga, hidung),” ungkapnya.

Dalam dunia, ia menyatakan ada pula hukum adat, hukum negara dan hukum karma yang bisa mencegah perbuatan keji itu.

“Saya kira yang paling tepat hanya pencegahan dengan menerapkan kembali pendidikan budi pekerti, menanamkan nilai nilai moral jauh lebih baik,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.