Razia Pajak Kendaraan, Siap-siap Disemprit Satpol PP

Satpol PP Jateng menggelar razia pajak kendaraan, Senin (11/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Satpol PP Jateng menggelar razia pajak kendaraan, Senin (11/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

SEMARANG – Jika biasanya razia kendaraan dilakukan kepolisian, kini di jalan-jalan seluruh Jawa Tengah dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Yang diperiksa bukan SIM, melainkan STNK saja.

Razia Satpol PP itu memang menyasar pengendara yang tidak tertib membayar pajak kendaraan bermotor. Pada razia di depan Wonderia, jalan Sriwijaya, Senin (11/5), bukan hanya sepeda motor, namun mobil pribadi, truk hingga bus pun dihentikan.

Dalam razia yang dilakukan sekitar dua jam tersebut puluhan kendaraan mendapat surat tilang untuk kemudian harus segera membayar pajak. Razia melibatkan Satpol PP, UP3AD dan Satlantas Polrestabes Semarang.

Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol Provinsi Jateng Sumarsono mengatakan, razia tersebut adalah program jemput bola. Program dilatarbelakangi adanya ribuan kendaraan dengan plat nomer kendaraan Jawa Tengah terlambat membayar pajak. Total nilai keterlambatan pajak kendaraan mencapai Rp 1,029 triliun.

“Jadi ini program Pemprov Jateng, kami lakukan razia langsung di jalan di beberapa daerah,” katanya.

Selain di Semarang, sebelumnya razia digelar di Jepara, Banjarnegara, Temanggung, dan Wonosobo. Satpol sudah merencanakan razia di sejumlah kota lain di Jateng. Hasilnya pun langsung kelihatan. Razia di Kota Semarang bisa menghasilkan pembayaran pajak dengan nilai Rp 15 juta lebih dari 40 kendaraan selama sehari.

Para pelanggar langsung diminta membayar di mobil Samsat keliling jika pajak motor terlambat kurang dari 1 tahun.  “Jika terlambatnya lebih dari 1 tahun kita rekom untuk segera bayar ke samsat asal BPKB diterbitkan,” ungkap Kepala UP3AD Kota Semarang II Srondol Bangun Tintriyanto.

Dijelaskannya, pembayaran di tempat boleh tanpa menunjukkan BPKB. Syaratnya, STNK dan KTP harus sama nama dan alamatnya. “Ini untuk memudahkan saja,” tegasnya. (byo)

You might also like

Comments are closed.