Rekanan Pelaksana Pembangunan Jalan WR Supratman Terancam Di-blacklist

METROSEMARANG.COM – Kontraktor proyek pekerjaan Jalan WR Supratman, Simongan, Semarang Barat, Kota Semarang terancam blacklist. Pasalnya, hingga waktu pekerjaan habis pekerjaan baru selesai 50%.

Pengerjaan Jalan WR Supratman tidak selesai tepat waktu. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kontraktor yang diketahui PT Dinamika dari Kabupaten Pati tidak hanya mengerjakan Jalan WR Supratman. Keseluruhan ada 4 titik proyek yang dikerjakannya di Kota Semarang karena menang lelang. Tapi ironisnya, keseluruhan proyek tersebut diketahui hampir dipastikan tidak bisa selesai akhir tahun.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso mengaku sangat menyesalkan dengan pelaksanaan Jalan WR Supratman itu. Hampir akhir tahun pekerjaan jalan tersebut baru mencapai separo atau 50%.

‘’Kalau saya lihat pagu anggaran di APBD sekitar Rp11 miliar, tapi nilai kontrak pelaksanaan kegiatan ini hanya Rp8,5 miliar. Ini mengindikasikan bahwa pemenang lelang tidak melihat bagaimana upaya untuk bisa mejadikan pekerjaan ini baik, tapi lebih pada bagaimana caranya supaya pekerjaan ini bisa menang,’’ ungkapnya kesal, Minggu (17/12).

Joko meminta, Pemkot dalam hal ini Unit Lelang Pengadaan (ULP) supaya mecermati dan memperketat verifikasi faktual terhadap pemenang lelang. Karenanya nyatanya pemenang lelang tidak hanya mengerjakan proyek Jalan WR Supratman, tapi juga mengerjakan proyek di 3 titik lainnya.

‘’Mereka (PT Dinamika) ada 4 titik pekerjaan yang dimenangkan lelangnya dan semuanya hampir pasti tidak akan selesai akhir tahun, baru diselesaikan sekitar 50%, ini yang akan merusakan anggaran di Kota Semarang karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya,’’ tegasnya.

Dia menegaskan, perencanaan, lelang ULP, maupun pengawasan kegiatan pekerjaan dari Pemkot Semarang agar lebih berhati-hati lagi. Anggaran yang tidak terserap karena kegiatan tidak selesai akan menjadi silpa, pekerjaan mangkrak, dan hasil pekerjaan tidak dapat digunakan secara maksimal.

‘’Kontraktor tersebut wajib diblacklist jika tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, dan Pemkot juga harus cermati jangan sampai ada pelaksana proyek yang tidak punya pengalaman yang baik,’’ tandasnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) pembangunan Jalan WR Supratman Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, Saelan mengakui, proyek pekerjaan jalan tersebut terlambat. Pelaksana proyek sudah melewati batas kontrak yang ditentukan yaitu sampai 12 Desember 2017.

‘’Saat ini dalam masa perpanjangan sampai 30 Desember, tapi sesuai ketentuan dikenai denda per hari satu per mil dari nilai kontrak (sekitar Rp8 juta). Kalau nanti tetap tidak bisa selesai  akan kami putus kontrak,’’ katanya.

Dia mengatakan, jika tidak selesai, tahun depan tidak ada anggaran untuk melanjutkan pekerjaan jalan tersebut. Adanya hanya anggaran untuk pembangunan Jalan WR Supratman tahap berikutnya.

‘’Untuk pekerjaan pembangunan jalan yang dikerjakan saat ini sepanjang 600 meter, lebar 19 meter, terdiri dari lajur kanan 9 meter dan kiri 9 meter. Termasuk juga median jalan, pengaspalan, dan pedestrian,’’ jelasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.