Rekonstruksi Kasus AKP Hadi Digelar Tertutup, Wartawan Dilarang Meliput

Kapolsek Gunungpati Kompol Ahmadi Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Kapolsek Gunungpati Kompol Ahmadi
Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Keberadaan Wakapolsek Gunungpati AKP Hadi sampai sekarang masih menjadi misteri. Orang kedua di Polsek Gunungpati tersebut sudah 12 hari menghilang, sejak melakukan pengerusakan dan pengancaman pada 16 Februari 2015.

Hari ini (28/2), Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap fakta terkait aksi brutal yang dilakukan AKP Hadi.  Rekonstruksi yang dilakukan di tempat karaoke dan Mapolsek Gunungpati tersebut terkesan disembunyikan dan tidak boleh diliput oleh wartawan.

Tidak ada satupun anggota polisi mau berkomentar terkait adanya rekonstruksi tersebut. Bahkan, Kapolsek Gunungpati Kompol Ahmadi sendiri mengaku tidak mengetahui kalau di kantor kerjanya dilakukan rekonstruksi. “Soal rekonstruksi, saya ndak tahu,” kata Kompol Ahmadi  saat ditemui wartawan di Mapolsek Gunungpati, Sabtu (28/2).

Faktanya, sejumlah petugas berpakaian preman diam-diam telah melakukan rekonstruksi di dalam dan di depan Polsek Gunungpati. Sekitar pukul 13.30, sejumlah petugas mengambil gambar mobil Suzuki Karimun bernopol H-9182-KG milik Ahmadi, sambil menunjukkan papan identifikasi berwarna kuning.

Untuk mengalihkan perhatian, awak media justru digiring menuju kantin, untuk sekadar minum dan mengobrol bersama Kapolsek saat proses rekonstruksi berlangsung. Menurut Ahmadi, kasus ini telah diserahkan dan ditangani oleh Polrestabes Semarang dan Propam Polda Jateng.

Pihaknya juga mengaku telah menjelaskan kronologi insiden memalukan tersebut kepada Kepala Bidang Propam Polda Jateng Kombes Hendra Supriyatna secara apa adanya. “Saat ini, kondisi polsek sudah beraktivitas normal,” tandas Ahmadi.

Aksi brutal AKP Hadi terjadi pada Selasa (16/2). Setelah berulah di Hall Karaoke & Café, perwira polisi itu juga merusak fasilitas di Mapolsek Gunungpati dan sempat mengancam akan membunuh atasannya. (yas)

 

You might also like

Comments are closed.