Rektor UIN Walisongo Anggap Gerhana Matahari Peristiwa Biasa

METROSEMARANG.COM – Fenomena gerhana matahari yang berlangsung hari ini, Rabu (9/3) pagi mengingatkan manusia akan kekuasaan sang pencipta. Meski termasuk menjadi fenomena langka, Rektor UIN Walisongo Semarang Muhibbin mengiangatkan masyarakat bahwa kejadian gerhana merupakan hal yang biasa.

Ribuan jemaah mengikuti salat gerhana matahari di MAJT, Rabu (9/3). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Ribuan jemaah mengikuti salat gerhana matahari di MAJT, Rabu (9/3). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Hal itu diungkapkan Muhibbin saat menyampaikan sambutan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) sebelum melakukan salat gerhana matahari berjamaah. Dia mengajak masyarakat untuk berdoa bersama dan mensyukuri atas nikmat yang telah diberikan sang pencipta salah satunya dengan salat gerhana matahari berjamaah.

“Gerhana matahari itu hal yang biasa, tidak ada kaitanya dengan peristiwa meninggalnya atau kelahiran orang-orang besar,” kata Muhibbin.

Dia melanjutkan, anggapan masyarakat terkait mitos-mitos yang sudah dianggap masyarakat tidaklah benar menurut ajaran Islam. Menurutnya, dengan peristiwa seperti ini, manusia diingatkan betapa besarnya kekuasaan sang pencipta.

“Ini menandakan betapa besarnya kekuatan Allah, kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang melimpah, yang selalu kita terima selama ini,” tandasnya.

Ribuan jemaah terlihat kusyuk mengikuti imam salat. Halaman masjid pun penuh hingga sampai ujung belakang, bagi yang tidak kebagihan tempat salat mereka membawa koran untuk sajadah. Sebagian jemaah rela salat di teras-teras gedung aula masjid. (din)

You might also like

Comments are closed.