Rektor UIN Walisongo Minta Waktu Seminggu Tanggapi Tuntutan Mahasiswa

METROSEMARANG.COM – Tuntutan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo yang menggelar aksi, Kamis (14/4), langsung mendapat respons dari rektorat. Namun, pihak rektorat membutuhkan waktu untuk mempelajari tuntutan mahasiswa terkait polemik kebijakan akademik dan kemahasiswaan.

Ratusan mahasiswa tersebut ditemui oleh Wakil Rektor 3 Suparman. “Pak Rektor meminta waktu untuk mempelajari tuntutan dari mahasiswa, tidak mungkin langsung tanda tangan,” kata Suparman usai bertemu mahasiswa di depan gedung rektorat kampus 1.

Wakil Rektor 3 UIN Walisongo, Suparman menemui mahasiswa yang berunjuk rasa, Kamis (14/4). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Wakil Rektor 3 UIN Walisongo, Suparman menemui mahasiswa yang berunjuk rasa, Kamis (14/4). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Terkait jam kuliah yang dimulai sejak pukul 06.00, pemberlakuan jam malam dan kuliah di hari Sabtu, menurut Suparman lantaran kondisi ruangan kelas yang kurang sebanding dengan jumlah mahasiswa saat ini. Dia menambahkan bahwa Rektor sudah menyampaikan ke Jakarta agar segera dibangun gedung baru untuk perkuliahan.

“Kalaui kita tidak dibangunkan baru, kita hanya akan menerima paling banyak seribu,” kata Suparman menirukan ucapan Rektor UIN Walisongo Muhibbin saat di Jakarta.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo Semarang (BMWS) menyampaikan beberapa tuntutan. Mulai dari transparansi anggaran Uang Kuliah Tetap (UKT) dan tinjau ulang UKT yang tidak tepat sasaran, biaya pungutan lain di luar UKT seperti KKL.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut penghapusan kuliah hari Sabtu, pembebasan biaya sewa gedung dan bus untuk kegiatan mahasiswa, serta pelibatan mahasiswa dalam mengambil kebijakan. (din)

You might also like

Comments are closed.