Rektor Unnes Senang Didemo Mahasiswa, Ini Alasannya

METROSEMARANG.COM – Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof Fathur Rahman mengapresiasi aksi mahasiswanya yang menolak penutupan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Tegal. Menurutnya, aksi tersebut justru membuktikan mahasiswa peduli dengan institusinya.

Rektor Unnes Prof Fathur Rahman (tengah) memberi keterangan terkait penutupan PGSD di Tegal, Jumat (7/4). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Fathur menegaskan tidak akan menutup Prodi PGSD, namun pihaknya juga tidak membuka pendaftaran bagi mahasiswa baru Prodi PGSD di Tegal.

“PGSD Unnes itu tidak ditutup. Tapi, akan dipusatkan di Kampus Ngaliyan. Semua mahasiswa baru yang akan mendaftar di Prodi PGSD Unnes, mulai tahun ini akan kami salurkan di Kampus PGSD Ngaliyan,” ujar Fathur saat ditemui wartawan di Gedung Rektor, Jumat (7/4).

Selain itu, lanjutnya, langkah yang diambil itu sesuai instruksi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang tertuang dalam Permenristekdikti No. 1 Tahun 2017 tentang Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Dalam aturan itu, setiap perguruan tinggi diminta untuk menutup prodi yang ada di luar kampus jika tidak mampu memberikan fasilitas yang layak seperti yang ada di kampus utama.

“Kampus PGSD UPP di Tegal itu fasilitasnya sangat minim dan tidak sesuai dengan profil lembaga pendidikan ideal masa depan. Oleh sebab itu, kami akan memusatkan Prodi PGSD Unnes di Kampus Ngaliyan,” tambah Fathur.

Fathur juga mengaku senang mahasiswanya melakukan demonstrasi. Hal itu membuktikan bahwa mereka peduli dengan institusi tempat mereka menuntut ilmu. Ia juga mengibaratkan aksi demo yang dilakukan mahasiswanya seperti seorang anak yang meminta adik kepada orang tuanya.

Meski tidak lagi memberi kuota mahasiswa baru di Kampus PGSD UPP Tegal, Unnes tetap memberi kesempatan bagi mahasiswa yang sudah telanjur menjalani studi di kampus itu untuk menyelesaikan kuliahnya.

Mahasiswa angkatan 2010-2016 yang belum lulus diberi waktu untuk menyelesaikan studinya paling lambat 2020. Rencananya, setelah 2020 nanti Kampus PGSD UPP di Tegal akan difungsikan untuk pendidikan vokasi. (fen)

You might also like

Comments are closed.