Relokasi Pedagang Kanjengan Harus Tuntas Sebelum 15 Agustus

METROSEMARANG.COM – Penolakan pedagang Pasar Kanjengan blok C dan D dipindah sementara ke komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menjadi perhatian serius anggota dewan. Komisi B DPRD Kota Semarang menegaskan pemindahan harus berjalan lancar dan tidak ada permasalahan.

Rombongan Komisi B DPRD Kota Semarang saat meninjau bakal tempat relokasi sementara pedagang Pasar Kanjengan di komplek MAJT, Rabu (9/8). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Kita cek kondisi tempat relokasi yang disiapkan Dinas Perdagangan. Tempatnya ternyata memang cukup bahkan masih ada tempat yang kosong untuk para pedagang Kanjengan,” kata Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, bersama rombongan saat meninjau relokasi sementara di MAJT, Rabu (9/8).

Berdasarkan pantauan di lapangan, diakui tempat yang disiapkan untuk pedagang ukurannya lebih kecil daripada kios di Pasar Kanjengan. Hanya sekitar 2 x 1,5 meter.

Karena itu, meski merasa keberatan pedagang Kanjengan blok C dan D diharapkan bersedia untuk pindah ke tempat relokasi. Karena di tempat relokasi tidak akan lama hanya dua sampai tiga tahun. Setelah Pasar Johar baru selesai dibangun pedagang juga akan kembali menempati pasar yang baru.

”Dua tahun tiga tahun pasar baru juga akan jadi dan pedagang pindah lagi ke sana. Jadi kalau mau pindah semua, pasar sementara di tempat relokasi juga akan ramai. Bersakit-sakit dulu untuk kemudian nanti menempati pasar baru,” tegasnya.

Kasi Pemetaan dan Penataan Pedagang Dinas Perdagangan Kota Semarang, Oktaviatmono yang mendampingi rombongan Komisi B menjelaskan, bahwa pedagang Kanjengan di blok C dan D ada 67 pedagang, namun yang sudah mengambil undian akan pindah ke tempat relokasi baru 34.

Sementara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pengadilan sudah memberi tanda bangunan Pasar Kanjengan blok C dan D yang akan dibongkar. Pembongkaran akan dilaksanakan pengadilan pada akhir bulan Agustus.

”Karena itu pengadilan sudah mengirim surat kepada pedagang agar mengosongkan bangunannya sampai batas akhir 15 Agustus. Dampak sosialnya kami sudah siapkan tempat relokasi di MAJT di blok F, tinggal pedagang swadaya membuat kios sementaranya,” katanya.

Ditegaskan, namanya relokasi sementara pasti ukuran tempat jualannya lebih kecil. Namun semua pedagang akan mendapatkan tempat semua. Termasuk pedagang pancaan juga akan ditempatkan di depan blok F karena pancaan tidak butuh tempat berteduh.

”Tanggal 15 Agustus pedagang harus sudah masuk ke sana. Pedagang yang merasa tidak nyaman harus berpikir bahwa ini keputusan pengadian agar Johar lebih baik lagi,” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.