Relokasi SD Ngaliyan 02 Tak Kunjung Terealisasi

METROSEMARANG.COM – Siang hari, beberapa guru piket SD Negeri Ngaliyan 02 terlihat berjaga untuk melayani para siswa yang hendak mengembalikan raport. Di tengah sapuan debu serta suara bising laju kendaraan berat akibat proyek pembangunan Tol Semarang-Batang mereka tetap datang menjalankan tugasnya sebagai seorang guru.

Salah seorang guru mengusap meja yang tertutup debu. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Meski proyek pembangunan tol sudah diambang batas sekolah, namun mereka tetap bertahan di gedung yang bahkan harus dibersihkan setiap akan digunakan. Membersihkannya pun harus lebih ekstra lantaran debu yang menyerbu tak kunjung berhenti.

Beberapa waktu lalu, pihak sekolah dikabarkan akan segera dipindah sementara ke tempat yang lebih nyaman untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar hingga gedung baru terbangun. Namun kabar tersebut hingga kini belum terealisasikan. Bahkan mereka telah mengemas beberapa peralatan pembelajaran, namun setidaknya sudah hampir empat bulan lamanya mereka tak kunjung dipindahkan.

Pada waktu itu pihak sekolah dikabarkan bahwa kegiatan belajar mengajar untuk sementara akan dilaksanakan di salah satu gedung perpustakaan yang tak terpakai di daerah Ngaliyan. Namun hingga kini gedung yang akan digunakan pun persiapannya juga belum rampung.

Wakil Kepala SD Ngaliyan 02, Wijayanti Sri Katon. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Dulu kan dikabarkan bulan Februari kayaknya, pokoknya sebelum tanggal 25 sudah harus pindah. Kita dulu sudah kemas-kemas Mas, bahkan ini juga ada yang sampai sekarang barangnya masih di dalam kardus tidak dikeluarkan lagi,” ujar Wakil Kepala Sekolah, Wijayanti Sri Katon saat ditemui metrosemarang.com, Selasa (11/7).

Beberapa peralatan sekolah memang sudah terlihat dikemas dengan rapi ke dalam puluhan kotak kardus. Namun kini beberapa diantaranya telah dibuka kembali lantaran digunakan dalam proses belajar mengajar.

Selain itu semenjak adanya proyek tol, tercatat lebih dari 50 murid mengajukan untuk pindah ke sekolah lain. Dari yang awalnya sekitar 230 murid, kini tak lebih dari 170 murid. Selain karena terganggu dengan aktifitas proyek pembangunan tol, juga karena kebanyakan orang tua mereka turut terkena dampak tol sehingga harus pindah tempat tinggal.

“Jadi kan warga Klampisan sini juga banyak yang kena gusuran tol, jadi banyak dari mereka yang pindah, trus anak-anak jadi pada ikut, pada sekolah di dekat tempat tinggal mereka yang baru, kebanyakan di Mijen,” beber Wijayanti.

Sementara itu, calon peserta didik baru yang mendaftar di SD Ngaliyan 02 juga mengalami penurunan sekitar 50 persen. Tahun 2016 lalu tercatat sebanyak 36 calon murid yang kini naik ke kelas 2, namun tahun ini SD Ngaliyan 02 hanya menerima 18 pendaftar.

“Sebenarnya totalnya ada 20 pendaftar, tapi kan awalnya yang mendaftar online ada 18 tapi yang 2 tidak daftar ulang, lalu ada yang daftar offline 2 orang,” pungkas Wijayanti.

Sementara salah seorang wali murid kelas 3 yang musim depan naik ke kelas 4, Joko Rumekso mengaku khawatir dengan kondisi anaknya ketika kembali kesekolah nantinya. Pasalnya debu akibat proyek pembangunan tol semakin tebal.

Bahkan beberapa waktu lalu salah seorang murid kelas 4 harus dibawa ke rumah sakit Tugu akibat asmanya kambuh. Diduga karena debu yang terhisap oleh anak tersebut, akibatnya ia harus dilarikan ke rumah sakit.

“Ya semoga cepet pindah dari sini Mas, kasihan juga sama anak-anak kalau harus sekolah ditempat seperti ini,” ujar Joko.

Sementara untuk prestasi sekolah tersebut terbilang baik. Pasalnya pada Ujian Kelulusan kemarin, SD Negeri Ngaliyan 02 menduduki peringkat ke 3 dari sekitar 40 SD di Kecamatan Ngaliyan.

“Ya meskipun ujiannya terganggu sama proyek, tapi alhamdulillah berjalan lancar, dan alhamdulillah juga bisa menduduki peringkat 3 di tingkat kecamatan,” pungkas Wijayanti.

Senin (17/7) pekan depan merupakan hari perdana memasuki musim pembelajaran tahun 2017/2018. Namun para guru dan murid SD Negeri Ngaliyan 02 masih harus melaksanakan aktifitas belajar mengajar sembari melawan serbuan debu akibat proyek pembanguan tol Semarang-Batang. (fen)

You might also like

Comments are closed.