Replika Kapal Cheng Ho Akhirnya Dibongkar

Proses pembongkaran replika kapal Cheng Ho. Foto Metrosemarang
Proses pembongkaran replika kapal Cheng Ho. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Pemkot Semarang melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat (Satpol PP – Linmas) akhirnya bersikap tegas membongkar replika Kapal Cheng Ho yang berada di depan Kelenteng Tay Kak Sie Semarang, pada hari ini (16/10/2014). Sebanyak 25 pekerja dikerahkan untuk mencopoti bagian demi bagian replika kapal menggunakan peralatan seperti linggis, palu, kayu, dan lain sebagainya.

Di lokasi pembongkaran juga sudah disiapkan sejumlah alat berat dan truk untuk membantu proses pembongkaran. Proses pembongkaran juga dikawal oleh pertugas satuan dari kepolisian dan TNI yang berjaga-jaga untuk menghidari kemungkinan terjadi hal yang tak diinginkan.

Pembongkaran replika Kapal Cheng Ho sebenarnya sudah dijadwalkan sejak dua bulan lalu. Setelah Pemkot Semarang memberi tenggat waktu Yayasan Tay Kak Sie selaku pengelola untuk membongkar sendiri selambatnya akhir Agustus 2014. Tenggat waktu itu sempat diperpanjang beberapa kali karena adanya permohonan dari pengelola hingga akhirnya hari ini dibongkar.

Replika Kapal Cheng Ho yang dibangun Tay Kak Sie sejak 2005 itu dipermasalahkan berbagai pihak karena keberadaannya di atas Kali Semarang mengganggu sistem drainase dan aliran sungai.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Semarang Endro Pudyo Martanto saat ditemui di sela pembongkaran replika kapal, proses pembongkaran diperkirakan memerlukan waktu hingga 10 hari ke depan. ‘’Kami hanya bersifat membantu pembongkaran. Setelah dibongkar, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air-Energi Sumber Daya Mineral (PSDA-ESDM) akan melanjutkan normalisasi Kali Semarang,’’ katanya.

Dia mengatakan, replika kapal yang dibangun sejak sembilan tahun lalu itu tidak memiliki izin, apalagi regulasi melarang mendirikan bangunan di atas sungai karena bisa menyebabkan aliran sungai terganggu. Baik Perda No 5 Tahun 2009 tentang Bangunan maupun Perda No 13 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Endro menjamin barang-barang hasil pembongkaran replika kapal itu akan diserahkan pada yayasan untuk dimanfaatkan lagi. Ssementara untuk barang yang tidak bisa dimanfaatkan, seperti beton akan dibuang. ‘’Ini bukan barang sitaan, karena itu diberikan lagi ke yayasan karena telah menyediakan tempat untuk penampungan bagian-bagian kapal,’’ tegasnya. (MS-13)

You might also like

Comments are closed.