Residivis dari Jakarta Edarkan Uang Palsu di Demak

DEMAK – Adihin (39) warga Kebon Mangga, Cipulir, Kebayoran lama, Jakarta selatan memang tidak punya kapok. Sempat tiga tahun dipenjara, kini kembali berulah dengan mengedarkan uang palsu.

uang palsu
Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo menunjukkan barang bukti upal. (foto: metrojateng.com/MJ-23)

Pria yang bekerja sebagai sopir ini mengaku sebagai perantara antara bandar dan pembeli. Kali ini, permintaan datang dari Sutiyono (49) warga Desa Mijen RT 03 RW 07 Kecamatan Mijen, Demak. Buntungnya, keduanya ditangkap jajaran Polres Demak aat melakukan transaksi.

“Saya kenal Adihin dari teman yang bernama Kuthuk. Saat itu saya curhat bingung dililit hutang. Lalu dikenalkan ke Adihin katanya bisa nyarikan uang palsu,” kata Sutiyono saat di Mapolres Demak, Jumat (13/4/2018)

Dari Adihin, ia mendapatkan uang palsu 30.300.000 pecahan 50 ribu. Dengan membeli seharga Rp 8 juta. “Saya transfer uang Rp 8 juta dan saya dapat uang palsu senilai 30.300.000. Rencananya buat bayar hutang ke teman dan sejumlah saudara,” lanjutnya.

Sedangkan Adihin merupakan residivis atas kasus yang sama. Saat itu, ia tertangkap di Jepara saat hendak mengirim uang palsu ke Surabaya tahun 2011. Dari barang bukti 60 juta uang palsu, ia divonis tiga tahun penjara.
“Saya hanya perantara, saya tidak ambil untung. Dulu pernah ketangkap di Jepara. Dan divonis 3 tahun penjara,” ucap Adihin.

 Sementara Kapolres Demak AKBP Maesa Soegriwo menyampaikan bahwa awalnya dari laporan masyarakat berkait adanya dugaan transaksi uanh palsu. Kemudian dilakukan penyelidikan dan penangkapan.

 “Jadi, uang palsu tersebut belum sempat beredar. Saat keduanya transaksi berhasil kami tangkap,” paparnya. Dari hasil pemeriksaan, uang palsu tersebut rencanamya digunakan untuk membayar utang. “Namun masih akan kami kembangkan,” tuturnya.

Kapolres menegaskan, kedua tersangka terjerat pasal 36 ayat (2), ayat (3) Jo pasal 26 ayat (2), ayat (3) UU RI No 07 Tahun 2011 dengan ancaman kurungan maksimal 15 tahun.

“Kami imbau kepada masyarakay untuk lebih teliti dan hati-hati untuk transaksi jual-beli. Jika ada yang mencurigakan segera bisa lapor ke kami,” pungkas dia.(MJ-23)

 

You might also like

Comments are closed.