Retribusi Parkir Diyakini Bocor

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Persoalan parkir di Kota Semarang sepertinya tidak habis dikupas. Banyak temuan baru yang membuat persoalan parkir ini dipenuhi masalah. Tidak hanya parkir di tepi jalan umum, parkir khusus ditengarai juga penuh kebocoran. Pertanyaan ini muncul saat pembahasan RAPBD Kota Semarang antara Dishubkominfo dengan Komisi B DPRD Kota Semarang, Selasa (11/11).

Menurut Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Ari Purbono, tahun 2015 Dishubkominfo hanya menargetkan pendapatan PAD dari parkir umum Rp 3,7 miliar. Jumlah ini sama dengan tahun sebelumnya, yang juga tidak bisa dipenuhi.

‘’Tentu ini aneh, pertumbuhan kendaraan bermotor di Semarang tiap tahun meningkatkan, tentu mobil atau motor yang parkir juga tambah banyak, sehingga pendapatannya pasti mengalami peningkatan, bukan malah sebaliknya berkurang jauh,’’ kata Ari Purbono, dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Kota Mualim dengan Kepala Dishubkominfo Agus Hermunanto bersama sejumlah stafnya..

Jika alasan Dishubkominfo mengelola parkir sulit dan jiwa petugas pemungut retribusi terancam, Komisi B, lanjut Ari Purbono tidak masalah mengusulkan ada anggaran untuk invesitigasi kasus penusukan yang dialami petugas. Tidak hanya itu saja, pihaknya juga siap membiayai pengamanan petugas asalkan pungutan retribusi dari para jukir juga jelas.

Selama ini Dishubkominfo juga tidak mau memetakan lokasi mana yang jadi titik parkir berikut dengan setorannya. ‘’Padahal sudah jelas parkir kendaraan bermotor menggunakan lahan milik pemerintah yang harus ada retribusinya,’’ tegasnya. Selain parkir tepi jalan umum, Komisi B juga akan menyoroti parkir khusus atau berlangganan.

Pengelola parkir khusus yang notabene banyak pelayanan publik sering menerapkan parkir dengan sistem perjam. Jam pertama misalnya Rp1.000 untuk motor, jam berikutnya dikenakan Rp 2.000 tiap jam sehingga tarif yang dibayar bisa ribuan. ‘’Seperti parkir di bandara, stasiun, rumah sakit dan lain sebagainya, menggunakan sistem jam,’’ katanya. (MS-13)

You might also like

Comments are closed.