Ribuan Orang Turun ke Jalan Tolak Sekolah Lima Hari

METROSEMARANG.COM – Tolak pemberlakuan sekolah lima hari, massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Pendidikan (KMPP) padati sepanjang Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (21/7). Mereka menolak Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah. Pemberlakuan sekolah lima hari merugikan orang tua maupun muridnya sendiri.

Massa KMPP menggelar aksi tolak sekolah lima hari, Jumat (21/7). Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Kita tahu bahwa UUD 1945 mengamanatkan bahwa menyelanggarakan pendidikan harus memperhatikan keragaman masyarakat, oleh karena itu ada banyak model pembelajaran sekolah ada yang sekolah dengan sebagaimana pada umumnya dengan pelajaran agama selama dua jam,” kata Ruswan MA, juru bicara aksi.

Menurutnya, dengan diberlakukannya lima hari sekolah atau full day school akan menggangu waktu para murid untuk melakukan pendidikan di luar sekolah. “Untuk melengkapi kebutuhan agama, sore harinya orang tua mengirimkan putra-putrinya ke taman pendidikan Alquran bagi yang usia dini, lalu bagi yang sudah agak besar mereka mengirim putra putrinya ke madrasah diniyah,” imbuh Ruswan.

Selain itu, lanjut Ruswan, dengan diberlakukannya sistem sekolah lima hari akan membebankan orang tua murid. Menurutnya, orang tua harus mengeluarkan biaya lebih untuk memberi bekal kepada anaknya.

“Siapa yang akan memberikan uang tambahan uang saku untuk makan siang, jangan anggap ringan sekadar makan siang, banyak orang tua yang tidak mampu untuk memberikan makan siang,” tambahnya.

Ruswan juga mengatakan, sistem pendidikan yang sudah berjalan sebelum diberlakukannya lima hari sekolah dirasa sudah efektif. Menurutnya sistem pembelajaran yang telah berjalan sudah memperhatikan keberagaman yang ada.

Aksi berlangsung lebih dari satu jam dengan diawali long march dari Simpang Lima Semarang menuju depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Aksi ini melibatkan sekitar 13.000 orang dari berbagai elemen. Sekitar pukul 14.30 aksi selesai dan massa membubarkan diri. (fen)

You might also like

Comments are closed.