Ribuan PKL Semarang Siap Kawal Pasangan Hebat

Hendi terlihat guyub bersama ribuan PKL Semarang. Foto: metrosemarang.com/istimewa
Hendi terlihat guyub bersama ribuan PKL Semarang. Foto: metrosemarang.com/istimewa

 

METROSEMARANG.COM – Ribuan PKL yang tergabung dalam Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Kota Semarang siap memberikan dukungannya untuk pasangan Hebat (Hendi-Ita bersama Rakyat). Mereka siap bergerak untuk mengawal pasangan nomor urut dua tersebut dalam Pilwakot Semarang, 9 Desember mendatang.

Ribuan PKL itu berkumpul di Jalan Majapahit, Rabu (18/11) malam bersama Hendrar Prihadi. Ketua PPJ Kota Semarang, Ngadino mengatakan, setidaknya ada 8 unit PKL di Semarang yang siap untuk memenangkan Hendi-Ita. Kedelapan unit PKL tersebut antara lain, PKL Simpang Lima, Simongan, Kembang Arum, Tlogorejo, Matahari, Pandean Lamper, Karyadi, dan Elizabeth.

Ngadino yakin jika Hendi mampu lebih membenahi serta menata PKL seperti yang telah dilakukan selama menjabat sebagai Wali Kota Semarang. Ngadino juga mengatakan siap ikut dalam menjaga kondusifitas selama proses kampanye berlangsung.

Seperti diketahui, Hendi yang juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai ‘Pembina PKL 2015’ ini selama menjabat sebagai Wali Kota Semarang telah menaruh perhatian besar kepada para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) termasuk pedagang kaki lima (PKL).

Hal ini ditunjukkan dengan naiknya alokasi anggaran bantuan pedagang / UMKM yang naik menjadi rata-rata Rp 6,7 miliar per tahun selama Hendi menjabat sebagai Wali Kota Semarang. Sebelumnya anggaran tersebut hanya dialokasi sejumlah rata-rata Rp 4,2 miliar per tahun pada periode pemerintahan sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut Hendi kembali menegaskan untuk meningkatkan sinergitas pemerintah Kota Semarang dengan para pedagang kaki lima. “Semarang butuh peran aktif dari sedulur-sedulur PKL sebagai daya tarik sehingga orang bisa wisata kuliner di Semarang,” jelas Hendi.

“Saya juga berterima kasih kepada panjenengan sekalian yang telah membantu Semarang dalam upaya menyerap tenaga kerja dan pemberdayaan ekonomi lokal,” tegasnya. (arf)

You might also like

Comments are closed.