Ribuan Warga Semarang Gagalkan Peresmian Markas FPI

METROSEMARANG.COM – Sejumlah elemen masyarakat Kota Semarang yang tergabung dalam Garda Nasional Patriot Indonesia (Ganaspati) berhasil menggagalkan pembentukan markas Front Pembela Islam (FPI) di Kampung Pregiwati I, Bulu Lor Kecamatan Semarang Utara. Pasalnya, ormas pimpinan Rizieq Shihab itu mengusung gerakan anti-Pancasila yang jelas-jelas meresahkan bangsa Indonesia.

Kapolrestabes Kombes Abiyoso Seno Aji melakukan mediasi terkait rencana peresmian markas FPI di Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Penolakan warga dimulai sejak beberapa hari terakhir dan puncaknya terjadi pada hari ini, Kamis (13/4). Ada ribuan orang yang menggeruduk ke rumah Zainal Abidin Petir, Jalan Pregiwati I yang akan dijadikan markas FPI.

Massa mula-mula berkumpul di kawasan Kokrosono lalu selepas Maghrib langsung merangsek ke lokasi. Dengan menahan emosi, ribuan massa berkerumun di depan rumah Zainal Abidin Petir.

“Ini wilayah saya. Ini kampung saya. Kita sudah dapat pengesahan dari Kesbangpol jadi sah-sah saja dong. Misi kita melakukan pembinaan terhadap masyarakat,” sergah Zainal Abidin Petir, Tim Advokasi FPI Jateng di tengah amukan massa.

KH Ahmad Rofii, Pentolan FPI Jateng berdalih ormasnya hanya ingin menanamkan pendidikan moral Pancasila yang luntur sejak lama.

“Kita kan bisa bermusyawarah. Katanya menjunjung tinggi Pancasila, ya harus diselesaikan dengan permusyawarakatan. Ndak ada anti-Pancasila. Kalau ada yang beda pendapat kita minta maaf,” kilahnya.

Ratya Mardika, Ketua Ganaspati secara tegas menolak pembentukan markas FPI di Kota Lumpia. Ia bahkan tak segan beradu fisik dengan laskar ekstrem tersebut. “Kita tidak takut bentrokan. Pokoknya hari ini dibatalkan kalau tidak mau berhadapan dengan kita,” teriaknya.

Tak kalah tegasnya, Iwan Santoso, pentolan Laskar Merah Putih tidak bisa menerima keberadaan FPI di Semarang. “Kami inginkan Semarang tetap kondusif,” tegasnya.

FPI sejak lama melanggar nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi sikap pluralisme. Ormas ekstrem itu, katanya bahkan kerap menghasut untuk melakukan razia yang meresahkan masyarakat luas.

“Saya pernah ketemu dengan mereka saat berceramah di Wonosobo. Mereka anti-Pancasila. Makanya, saya tidak ingin mereka menginjakkan kakinya di Semarang. Apalagi, mereka jadi biang rusuh dimana-mana,” katanya.

Amuk massa mulai mereda tatkala Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji tiba di lokasi kejadian. Dia menegaskan pembentukan FPI malam ini resmi dibatalkan.

Ia tak ingin wilayahnya dikotori dengan keberadaan ormas yang kerap bikin onar ditengah masyarakat. “Kita menolak, sekaligus dengan ini menyatakan pembatalan pembentukan FPI Semarang. Karena ormas ini sering berbuat onar. Sering meresahkan warga dengan mensweeping tanpa izin,” ungkapnya.

Untuk meredam amuk massa, ia pun meminta petinggi FPI untuk mengurungkan niatnya. Baginya, tak ada untungnya membentuk markas FPI di Ibukota Jateng.

“Apa untungnya ada FPI. Indonesia sudah aman. Jangan sampai mereka bernasib tragis seperti Rizieq Shihab yang ditolak warga Dayak di Kalimantan Barat,” katanya.

“Barang siapa yang memancing kerusuhan, maka akan kita binasakan.  Maka mereka harus menahan diri,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.