Ridwan: Pulang ke PSIS Bukan Keputusan Sulit

METROSEMARANG.COM – Setelah 10 tahun ‘merantau’ ke luar Semarang, Muhammad Ridwan akhirnya bisa kembali ke PSIS. Bagi Tong Eng, sapaannya, pulang ke klub yang meroketkan namanya bukanlah keputusan sulit, meski dia harus turun kasta dan menampik pinangan klub-klub besar.

M Ridwan resmi teken kontrak bersama PSIS didampingi Direktur Umum Kairul Anwar dan Direktur Teknik Setyo Agung Nugroho, Kamis (6/4). Foto: metrosemarang.com

M Ridwan resmi diperkenalkan sebagai penggawa anyar Mahesa Jenar di mes PSIS, Kamis (6/4). Eks pemain Sriwijaya FC itu mengungkapkan jika dirinya memang sudah cukup lama memendam hasrat bisa kembali membela tim kota kelahirannya.

Asa tersebut nyaris kandas karena regulasi PSSI yang membatasi usia pemain di Liga 2 maksimal 35 tahun. Tapi, sepertinya jodoh Tong Eng musim ini adalah PSIS. PSSI akhirnya mengizinkan klub-klub di Liga 2 memakai dua pemain yang berusia di atas 35 tahun.

“Sebenarnya keinginan bisa kembali ke PSIS sudah cukup lama. Niat saya (main di PSIS) bahkan lebih besar dari niat manajemen,” ujarnya, usai teken kontrak di mes PSIS Jalan Semeru Dalam, Gajahmungkur.

Proses ‘pemulangan’ Tong Eng memang lumayan berliku. Sebab, pemain kelahiran 8 Juli 1980 itu harus menuntaskan masa kerjanya di Sriwijaya FC yang berakhir pada Maret kemarin. Setelah berstatus free player, Ridwan dan manajemen PSIS masih harus menunggu regulasi resmi PSSI.

“Kembali ke PSIS bukan keputusan sulit bagi saya. Karena itu, saya sangat antusias ketika ada tawaran dari manajemen, meski sebenarnya ada juga tawaran lain dari klub Liga 1. Mudah-mudahan saya bisa memujudkan target yang dibebankan untuk membawa PSIS promosi ke Liga 1,” cetusnya.

Meski berstatus pemain paling senior, Tong Eng yang menjadi bagian ‘the Dream Team’ PSIS era 2005-2006 tersebut tak akan banyak menuntut. Dia juga siaap dimainkan di posisi apa saja sesuai kebutuhan tim.

“Saya akan berusaha beradaptasi dengan tim ini, bukan tim yang harus menyesuaikan saya. Saya tidak akan meminta pelatih memainkan saya di posisi tertentu. Di posisi manapun saya siaap main,” tegasnya.

Kehadiran Ridwan bakal memperkaya opsi di lini tengah PSIS. Selain bisa bermain melebar di kedua sisi sayap, dia juga mampu memainkan peran sebagai gelandang serang, seperti yang diperlihatkan saat tampil di semifinal leg kedua Polda Jateng Cup 2015 silam.

Di PSIS, Ridwan bakal mengenakan jersey bernomor 28 yang sebelumnya identik dengan Ronald Fagundes. “Saya tidak terlalu fanatik dengan nomor tertentu. Nomor berapa yang masih lowong, itu yang saya pakai,” tukasnya.

General Manager Wahyu ‘Liluk’ Winarto mengatakan, Ridwan dan rekrutan anyar lainnya, Ruud Gullid kemungkinan bakal diturunkan saat PSIS berujicoba lawan Persibat Batang di Stadion Jatidiri, Minggu (9/4) sore. Ridwan juga sudah terlihat dalam sesi latihan rutin bersama Johan Yoga dkk pada Rabu (5/4) sore dan berlatih fitness keesokan harinya.

“Ridwan dan Ruud Gullid siap dimainkan lawan Persibat. Tapi, keputusan terakhir tetap pada pelatih kepala,” katanya. (twy)

You might also like

Comments are closed.