Rohedi Sudah Pesan Tiket Bus Sebelum Habisi Kekasihnya

Kapolrestabes Kombes Burhanuddin menunjukkan barang bukti yang disita dari tangan pelaku pembunuhan mandor pabrik plastik. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Kapolrestabes Kombes Burhanuddin menunjukkan barang bukti yang disita dari tangan pelaku pembunuhan mandor pabrik plastik. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Peristiwa pembunuhan yang menewaskan Siti Masrifah (28), seorang mandor pabrik plastik, Selasa (5/5) kemarin, diduga sudah direncanakan sebelumnya. Itu diketahui  setelah pelaku, Rohedi (33) yang tidak lain kekasih korban, diketahui sudah memesan tiket bus untuk pergi ke Jakarta beberapa saat sebelum bertemu dan membunuh korban.

“Saya sudah beli tiket bus buat pulang. terus saya ajak ketemu dia (korban-red) dulu di tempat sepi,” kata pelaku yang merupakan warga Tangerang itu saat digelandang ke Mapolrestabes Semarang, Rabu (6/5) siang.

Menurut pengakuannya, aksi sadis itu dilakukan pada Senin (4/5) sekitar pukul 17.30. Saat itu pelaku bertemu korban di semak-semak kompleks pembuangan sampah kawasan industri. Di situlah, pelaku membekap, memukul, dan menjerat leher korban hingga tewas.

Sementara, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanuddin mengatakan, pembunuhan tersebut diduga kuat sudah direncanakan sebelumnya. Tak hanya bersiap melarikan diri, usai membunuh, pelaku juga mengambil identitas milik korban untuk menghilangkan jejak. “Diduga kuat sudah direncanakan. Untuk motifnya sendiri, masih kami dalami,” tandasnya.

Pembunuhan itu diduga dilatarbelakangi sakit hati pelaku terhadap wanita yang dipacarinya sekitar satu tahun terakhir ini. Saat itu pelaku yang bekerja di pabrik plastik sebagai bawahan korban dituduh telah mencuri ponsel serta uang milik korban. “Karena itu juga pelaku akhirnya dikeluarkan dari pekerjaan,” imbuh Wakasat Reskrim Kompol Sukiyono.

Hal itu rupanya membekas dan membuat pelaku menyimpan dendam. Hingga pada Senin (4/5) sekitar pukul 19.00, dia mengirim pesan singkat kepada korban untuk mengajak ketemuan. Selasa (5/5) sekitar pukul 06.00, korban ditemukan tewas oleh Karyadi (40), nelayan yang melintas di lokasi. (yas)

You might also like

Comments are closed.