Romo Budi: Berkat Gus Dur, Imlek Bisa Dirayakan secara Terbuka

Romo Budi menjadi pembicara di acara Surau Budaya, Jumat (27/2). Foto Metrosemarang
Romo Budi menjadi pembicara di acara Surau Budaya, Jumat (27/2). Foto Metrosemarang

SEMARANG – Imlek tentu tidak bisa lepas dengan sosok Abdurrahman Wahid atau yang biasa disebut Gus Dur. Hal itu disampaikan oleh Romo Budi yang sudah tujuh setengah tahun melayani umat Katholik beretnis Tionghoa.

“Dulu sebenarnya ketika pergantian tahun baru Imlek, etnis Tionghoa sudah dirayakan, namun secara sembunyi-sembunyi di dalam gereja,” kata dia di acara Surau Budaya, Jumat (27/2).

Barulah, dengan gebrakan yang yang dilakukan Gus Dur memperjuangkan semua kaum, sekarang tahun baru Imlek bisa dirayakan secara terbuka. “Karena Gus Dur sekarang kita bisa melihat barongsai, angpau, kue keranjang ketika perayaan Imlek,” tambahnya.

Dalam menyampaikan materinya, Romo Budi juga membacakan puisi yang terinspirasi oleh surat undangan dalam Haul Gus Dur. Selain itu, Romo Budi juga mengajak Ilham, penari sufi menyanyikan lagu Amazing Grace dengan menggunakan alat musik Saxophone. (ade)

You might also like

Comments are closed.