Romo Budi: Cinta Menembus Batas Saya saat Bertemu Buya Syafi’i

Romo Aloysius Budi Purnomo Pr. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Romo Aloysius Budi Purnomo Pr. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Diskusi pluralisme yang bertajuk ‘Cinta Menembus Batas’ di Gedung Semarang Town Square Jalan Gajahmada, Senin (22/2), benar-benar menarik perhatian sejumlah tamu undangan yang hadir.

Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan, Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloysius Budi Purnomo Pr mengatakan, ‘Cinta Menembus Batas’ yang sesungguhnya adalah sebuah momentum pertemuan dengan elemen masyarakat yang berasal dari berbagai agama yang ada saat ini.

“Bagi saya pribadi, pertemuan dengan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) KH Mustofa Bisri alias Gus Mus, KH Abu Hafsin, beberapa tokoh etnis Tionghoa lokal membuat saya mampu memaknai sebuah ‘Cinta Menembus Batas’ itu sendiri,” ujar Romo Budi.

Romo Budi menambahkan bahwa Ahmad Syafi’i Ma’arif sebagai sosok bapak bangsa yang membawa banyak pengaruh bagi dirinya hingga saat ini. “Buya Syafi’i yang dikenal sebagai bapak Bangsa Indonesia membuat saya mengerti makna kebersaman dalam sebuah perbedaan,” terangnya.

Sambil bermain saksofon kesayangannya, ia juga mengungkapkan bahwa rasa cintanya yang menembus batas yakni ketika ia bisa menghibur para koleganya lewat alunan musik dari saksofon miliknya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Tengah, Dewi Susilo Budiharjo menyatakan sengaja menggelar diskusi bebas dengan tokoh lintas agama, agar masyarakat Semarang mampu menghargai perbedaan keyakinan agama khususnya di kalangan etnis Tionghoa yang berkembang selama ini.

“Kami sangat berterima kasih dengan sikap pluralis yang ditunjukkan Presiden kelima RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membuka kebebasan bagi etnis Tionghoa dalam memeluk agama yang diyakini masing-masing,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.