Romo Budi Gandeng Wali Kota untuk Pemakaman Simpatisan PKI

Salah satu makam simpatisan PKI di Kampung Plumbon, Ngaliyan. Foto Metrosemarang/dok
Salah satu makam simpatisan PKI di Kampung Plumbon, Ngaliyan. Foto Metrosemarang/dok

SEMARANG – Tokoh agama dan pegiat sosial Romo Budi Aloysius dari Gereja Katedral Kebon Dalem Semarang menyambut baik upaya pemakaman ulang jenazah simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) di situs kuburan massal Kampung Plumbon Kelurahan Wonosari, Ngaliyan.

Ia menyatakan, Peristiwa 1965 memakan korban manusia berupa pembunuhan massal, pemindahan paksa, penahanan massal, pemerkosaan, penyiksaan massal dan sebagainya terhadap orang yang dicap anggota/simpatisan PKI. Gereja Katolik secara institusi menyatakan berpihak kepada korban tanpa memandang agama dan ideologinya apa, dengan dasar kemanusiaan.

“Sikap itu disampaikan gereja Katolik secara tertulis maupun lisan. Oleh sebab itu, secara agama korban Peristiwa 1965 yang dibunuh tanpa proses pengadilan ini layak untuk dimakamkan kembali secara layak,” kata Romo Budi dalam diskusi “Misteri Kuburan Plumbon –Menguak Tabir Kuburan Massak Eks-PKI”di Gedung Pusat Informasi Publik (PIP) Balai Kota Semarang, Selasa (16/12).

Dalam diskusi yang dipandu jurnalis Shinta Ardan itu hadir juga narasumber lain yaitu guru besar sejarah Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Wasino, Yunantyo Adi dari Perkumpulan Masyarakat Semarang untuk Hak Azasi Manusia (PMS-HAM), Tedi Kholiludin dari Lembaga Studi Sosial dan  Agama (Elsa) Semarang, Mbah Kelik yang merupakan tokoh masyarakat Kampung Plumbon Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, dan lainnya.

Lebih lanjut Romo Budi Aloysius menegaskan, gereja Katholik sikapnya jelas prokemaanusiaan. Jenazah-jenazah korban Peristiwa 1965 itu harus dikebumikan dengan pantas. “Lha wong kita punya binatang peliharaan aja dikubur dengan baik,” ucapnya.

Ia menegaskan, jika perlu masyarakat NU dan pimpinan Kota Semarang, dalam hal ini Wali kota Semarang Hendrar Prihadi atau akrab dipanggil Hendi akan diajaknya untuk melakukan upaya penguburan kembali anggota PKI yang menjadi korbanTragedi 1965 itu.

“Untuk teman-teman NU kalau perlu nanti tahlilan di sana, bersama kami kaum Katolik ikut berdoa bersama rekan-rekan NU di  sana. Upaya pemakaman ulang secara layak ini perlu direspons secara positif dan harus ditindaklanjuti. Saya berharap Mas Hendi (Wali Kota Semarang) mendukung,” kata pegiat Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang ini.(MS-08)

You might also like

Comments are closed.