Romo Budi Kecam Teror Bom Lahore

METROSEMARANG.COM – Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Aloysius Budi Purnomo Pr menyesalkan teror bom yang terjadi di Kota Lahore Pakistan, Senin kemarin. Terlebih lagi, bom bunuh diri itu meledak hanya selang tiga hari dari bom yang mengguncang Brussels, Belgia.

“Saya sedih dan prihatin bahwa di era seperti ini masih ada orang-orang yang tak pakai akal sehatnya selalu menggunakan aksi-aksi kekerasan serta teror. Aksi kekerasan dan teror hanya akan mencabik-cabik rasa kemanusiaaan dan perdamaian,” tegas Romo Budi, usai menggelar aksi damai mengecam teror bom Lahore, Selasa (29/3).

Romo Aloys Budi Purnomo Pr  Foto: metrosemarang.com/dok
Romo Aloys Budi Purnomo Pr
Foto: metrosemarang.com/dok

Ia menyatakan segala bentuk aksi teror bom tak sepantasnya dilakukan lagi. Sebab, sasaran teror selalu mengena ke para perempuan, anak-anak dan masih banyak lagi umat manusia di muka Bumi.

“Ini tidak dapat dimaklumi dan ditolerir. Mereka (pelaku bom) selalu menggunakan atau membawa-bawa suatu agama tertentu. Ini yang saya sesalkan,” kata Romo Budi.

Ia sekali lagi menegaskan bahwa aksi teror bom maupun bentuk kekerasan lainnya tak pernah diajarkan oleh agama manapun baik Islam, Katolik, Kristen, Hindu maupun Budha. “Tak pernah ada perintah untuk teror dan aksi kekerasan,” sambungnya.

Usai menggelar aksi damai, Romo Budi beserta umat lintas agama lainnya lalu menyalakan lilin dan berdoa bersama bagi korban ledakan bom Lahore.

Ia berharap rentetan bom tak lagi menghampiri Indonesia maupun negara-negara lain di belahan dunia. (far)

You might also like

Comments are closed.