RS Kariadi Blak-blakan soal Kisruh Layanan Gratis bagi Warga Miskin

METROSEMARANG.COM – Praktik pelayanan pengobatan gratis bagi warga miskin yang dilakukan RSUP Dr Kariadi mulai terungkap pasca kisruh layanan BPJS Kesehatan belakangan ini.

Direksi rumah sakit menyatakan selama membuka layanan kesehatan gratis bagi pasien BPJS justru menanggung kerugian besar. Hal ini menurut Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Kariadi, Darwito terlihat saat pihak rumah sakit membuka layanan BPJS Kesehatan di Poliklinik Paviliun Garuda dan Elang.

RS-Kariadi

“Kalau dihitung-hitung total, rugi rumah sakit. Tapi ini RS negara yang dikejar adalah benefit bukan profit. Profit nomor sekian,” terang Darwito, Sabtu (9/3).

Nah, Darwito menyatakan saat BPJS Kesehatan masih menanggung biaya pasien rawat jalan di Paviliun Garuda, pihaknya menarik cost sharing senilai Rp 100 ribu. Tapi ia berdalih tambahan biaya tersebut tak ada apa-apanya dengan duit yang dikeluarkan pihak rumah sakit selama ini

“Pasien di Poli Garuda yang BPJS itu dikenakan Rp 100 ribu. Tapi uang kita keluarkan kan ada Rp 1 juta lebih. Sekali dikenakan obat kanker misalnya, itu harganya Rp 2 juta,” ujarnya.

Dengan alasan merugi tersebut, kata dia, maka rumah sakitnya memilih menghentikan layanan BPJS Kesehatan di dua poliklinik utama. Pihak rumah sakit kini mengalihkan pasien ke instalasi Merpati dengan layanan yang lebih rendah.

“Karena sekali tidak dilayani BPJS, maka pasien disuruh bayar semua. (Biaya) obat tidak ditanggung, lab tidak ditanggung,” bebernya.

“Kalau pasien non-BPJS yang rawat jalan di Paviliun Garuda dan Elang dikenai cost sharing Rp 150 ribu. Dengan biaya sebesar itu, Darwito mengklaim pasien mendapat pelayanan medis cuma-cuma namun sebenarnya juga berbiaya jutaan rupiah,” tambahnya.

Meski begitu, ia mengaku tetap berkomitmen melayani pasien BPJS. Pasalnya, rumah sakitnya merupakan milik negara yang wajib jadi provider BPJS. (far)

You might also like

Comments are closed.