Rudenim Semarang Penuh, 51 Imigran Gelap ‘Dibuang’ ke Jakarta

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 51 imigran gelap yang menempati Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang segera dipindahkan ke Jakarta lantaran kapasitas bangunan tersebut telah overload. Ramli HS, Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Jateng, mengatakan imigran gelap sebanyak itu kebanyakan berasal dari Afganistan.

Ilustrasi. Puluhan imigran penghuni Rudenim Semarang dipindahkan ke Jakarta
Mereka rata-rata lebih dari tiga tahun menempati Rudenim. Ia menuturkan bahwa 51 imigran gelap itu sebelumnya tinggal beberapa lokasi termasuk kawasan Puncak Bogor dan Serpong. Namun, beberapa bulan terakhir tanpa diduga mereka dimobilisasi oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk dikirim menuju Semarang.

“Makanya, kami sudah menyurati Direktur Penindakan dan Pengawasan Kemenkumham untuk mengembalikan mereka ke Jakarta lagi,” ujar Ramli, Rabu (27/12).

Ramli menyatakan pemindahan imigran gelap itu sebagai upaya mengurangi jumlah penghuni Rudenim yang kini telah overload. Dengan kapasitas kamar hanya 60 unit, Rudenim Semarang kini dihuni 137 orang.

Pihaknya akan mengatur ulang alur pengiriman imigran supaya jangan seenaknya mencari daerah sendiri. Penampungan imigran harus dipusatkan di satu tempat.

Sebab, Rudenim sebenarnya bukan jadi tempat untuk menampung imigran tetapi lokasi sementara bagi WNA yang sedang menunggu proses pemulangan ke negara asal.

“Misal WNA yang sudah menjalani hukuman penjara lalu sedang menunggu kelengkapan dokumen untuk pulang ke negaranya, mereka bisa tinggal di Rudenim,” jelasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.