Rumah Terakhir untuk Tol Batang-Semarang Ruas Tambakaji Dibongkar

SEMARANG – Satu-satunya rumah yang berada di tengah proyek Jalan Tol Semarang-Batang, akhirnya dibongkar. Rumah yang dimaksud itu berada di ruas seksi IV Tambakaji, Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Rumah bercat pagar hijau itu selama ini diketahui milik pasutri Sri Urip Setyowati dan Oky Jalu Laksono. Luasnya mencapai 228 meter persegi. Bangunan itu berstatus sengketa sejak 2004 silam.

tol batang semarang
Pembongkaran rumah yang dilakukan PN Semarang di Ngaliyan. Rumah tersebut merupakan rumah terakhir di kawasan tersebut. (foto: metrosemarang.com/Fariz Fardianto)

Pembongkaran rumah tersebut dikerjakan petugas Pengadilan Negeri Semarang dibantu aparat kepolisian, Kamis (3/5). “Setelah kita melihat lokasi, ternyata hanya tinggal rumah ini yang masih berdiri,” tutur Ketua Pengadilan Negeri Semarang, Purwono Edi Santosa.

Ia menyatakan petugasnya telah melaksanakan upaya ganti rugi atau konsinyasi terhadap pemohon dalam hal ini PT Jasa Marga Semarang-Batang. “Negara membutuhkan untuk jalan tol Batang-Semarang. Ternyata setelah ada pembangunan jalan tol ini termohon tidak melakukan pengosongan,” ungkapnya.

Ia bilang uang konsinyasi sebesar Rp 1,9 miliar. Sejumlah alat berat membongkar rumah itu dan dihadiri oleh salah satu kuasa hukum pemiliknya. Ia mengklaim sempat memanggil termohon untuk dilakukan peringatan pada 28 Maret 2018 dan 18 April 2018. Namun setelah batas waktu delapan hari habis, Sri Urip dan Oky tidak mau melaksanakan pengosongan.

Dengan dalih tersebut, katanya pengadilan akhirnya melakukan pembongkaran. Terkait kepemilikan sertifikat rumah sengketa itu, ia tak menyoal. Sebab saat ini status tanah sudah beralih menjadi tanah negara dan hak negara. “Bagi pengadilan tak ada urusan. Kalau dua pihak ini bermasalah terkait nilai uang 1,9 miliar silahkan gugat mengugat di pengadilan,” ujar Purwono. (far)

Comments are closed.