Saat Syawalan, Kuli Bangunan Ikut Meraup Untung dari Jualan Ketupat

DEMI mendapatkan pundi-pundi rupiah yang berlimpah, banyak orang rela bermigrasi dari desa menuju area perkotaan. Situasi tersebut rupanya juga dialami oleh Muzain.

ketupat lebaran
Pedagang selongsong ketupat di Pasar Peterongan. (foto: metrosemarang/Fariz Fardianto)

Dengan berbekal tekat dan semangat membumbung tinggi, pria yang tinggal di Kampung Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk itu memilih mencari peruntungan yang baru di pusat Kota Semarang.

Ketika ditemui di Pasar Peterongan, Jumat (22/6), Muzain sedang sibuk melipat lembaran-lembaran daun janur menjadi selongsong ketupat. Saat puncak Syawalan tiba di hari ini, Muzain mengaku tak mau ketinggalan mencari berkah dari berjualan selongsong ketupat.

“Sudah dua hari saya jualan kulit ketupat di Peterongan,” katanya kepada metrosemarang.com, sambil merapihkan alas duduknya di badan trotoar dekat Pasar Peterongan.

ketupat lebaran
Janur untuk membuat ketupat erasal dari Salatiga hingga Grobogan. (foto: metrosemarang/Fariz Fardianto)

Untuk meraup pendapatan berlipat, Muzain bahkan rela meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai kuli bangunan. Tepat Rabu malam kemarin, ia banting setir menjadi pedagang selongsong ketupat.

Berbekal belasan ikat daun janur yang diperoleh dari Salatiga dan Grobogan, ia berangkat sejak pagi buta dari rumahnya menuju Pasar Peterongan.

Sebuah selongsong ketupat ia jual seharga Rp 5.000-Rp 10 ribu dengan ukuran yang bervariasi. “Seikat isinya 10 kulit ketupat,” terangnya. Ketimbang tahun lalu, kini kondisinya cenderung sepi. Sejak awal berjualan misalnya, ia hanya mendapat uang Rp 200 ribu.

Kendati demikian, ia berharap keberuntungan tetap menghampirinya sampai Syawalan berakhir. Ia berdoa semoga semua daun janurnya bisa ludes diborong pembeli hingga malam hari. Dengan begitu, ia mampu meraup keuntungan berlipat sebagai pedagang selongsong ketupat.

“Enam ikat janur kalau habis semua bisa dapat uang Rp 600 ribu. Lumayan buat tambah-tambah kebutuhan di rumah,” tambahnya. Pantauan metrosemarang.com di lokasi pasar, terdapat belasan pedagang selongsong ketupat yang berjejer menjajakan dagangannya di pinggir jalan.

Ukuran selongsong ketupatnya pun bervariasi. Ada yang besar. Ada pula yang kecil. Keberadaan mereka sempat memenuhi badan jalan sehingga membuat situasi bertambah ramai. (far)

Comments are closed.