Sahat Gultom: Trauma Demam Berdarah

Sahat Gultom Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Sahat Gultom
Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

DEMAM berdarah menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti Sahat Gultom. Pengalaman yang dialami salah seorang karyawannya, membuat dirinya bertekad untuk memerangi penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk aides aegypti tersebut.

Pria yang menjabat sebagai DM Umum PT PLN Jasa Manajemen Kontruksi getol melaksanakan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tak hanya di kantor, kegiatan itu juga dilakukan di kampung-kampung terdekat.

“Kelurahan Gajahmungkur adalah salah satu wilayah yang dekat dengan kantor PLN. Secara survey, kelurahan ini rawan demam berdarah,” tuturnya kepada metrosemarang.com di sela penilaian Lomba Taman Toga di Kantor Kelurahan Gajahmungkur, Kamis (22/1).

Untuk memaksimalkan program PSN, Sahat yang juga sebagai Wakil Ketua program Corporate Social Responsibility (CSR) menggandeng Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Semarang dan PT PLN.

Salah satu programnya adalah pemberian bantuan berupa tong sampah, motor pengangkut sampah, tanaman pengusir nyamuk (lavender) serta program fogging di RW 4. “Lomba Taman Toga yang kita laksanakan juga termasuk rangkain program CSR. Selain penanggulangan nyamuk, kita juga ingin masyarakat sehat dan menjaga lingkungan,” ungkapnya. (ans)

Comments are closed.