Saidatur Rohmah, Deg-degan Disemprit Polisi

PERASAAN deg-degan selalu dirasakan Saidatur Rohmah saat melintas di jalanan bertemu razia polisi. Meski sudah membawa surat-surat kendaraan komplit, ia mengaku masih saja takut kalau dihentikan petugas lalu lintas di jalan saat melakukan razia.

Bagi yang tak membawa surat-surat kendaraan lengkap, mungkin itu menjadi hal yang wajar merasa deg-degan, atau bahkan mereka lebih memilih untuk balik kanan agar tak bertemu razia. Seperti razia operasi Simpatik Candi 2016 yang digelar serentak beberapa waktu lalu.

Saidatur Rohmah  Foto: dok pribadi
Saidatur Rohmah
Foto: dok pribadi

“Saya juga nggak tahu kenapa ya bisa deg-degan, itu perasaan refleks saja pas ketemu razia di jalan,” kata gadis Rohmah saat ditemui metrosemarang.com, baru-baru ini.

Meski begitu gadis kelahiran Kendal 28 Juli 1994 itu berharap polisi yang bertugas melakukan razia penertiban kendaraan lebih ramah saat memberhentikan pengendara. Ia mengaku bukannya menuduh polisi bersikap arogan, hanya saja, image polisi di mata masyarakat masih banyak yang beranggapan negatif, misal mencari-cari kesalahan, atau meminta uang untuk damai di tempat.

“Saya memang belum pernah ditilang saat razia, tapi alangkah lebih baik momen razia dilakukan untuk mendekatkan diri antara polisi dan masyarakat, bukan hanya sekadar surat tak lengkap langsung tilang,” katanya.

Menurutnya masih banyak masyarakat yang belum tertib karena kurang mengetahui informasi secara utuh akan pentingnya melengkapi surat-surat kendaraannya demi keselamatan di jalan.

“Masyarakat masih takut untuk mengurus sendiri hanya mendengar kabar-kabar yang tidak sesuai, seperti saat membuat SIM, berapa biaya dan bagaimana prosedurnya banyak yang masih bingung, ini yang dimanfaatkan oknum-oknum tertentu,” cetus mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Walisongo Semarang. (din)

You might also like

Comments are closed.