Sakit Gula Menahun, Mbah Ratno Banting Stir Jadi Pengoplos Elpiji

Mbah Ratno mempraktikkan cara mengoplos gas elpiji. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Mbah Ratno mempraktikkan cara mengoplos gas elpiji. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Berdalih mengidap penyakit gula dan tidak bisa bekerja, seorang kakek bernama Ratno (55) nekat mengoplos gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram ke dalam gas elpiji non subsidi ukuran 12 kilogram.

Aksi nekat kakek warga Dempelsari RT 1 RW 22, Muktiharjo Kidul, Pedurungan tersebut sudah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Satu tabung elpiji 12 kilogram ia jual Rp115.000. Ia meraup untung hingga Rp43.000 tiap tabungnya.

“Saya sakit gula, jadi jarang bekerja sebagai kuli batu. Makanya mengoplos elpiji. Hasilnya buat berobat,” kata Ratno saat digelandang ke Mapolrestabes Semarang, Jumat (11/12) siang.

Aksinya terbongkar setelah aparat Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Reskrim Polrestabes Semarang mengendus aksi nekat pelaku. Ia ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan pada Kamis (10/12) kemarin.

Tak tanggung-tanggung, barang bukti berupa 96 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram kosong dan 31 tabung gas 3 kilogram isi beserta 16 tabung ukuran 12 kilo kosong dan 2 tabung isi diamankan dari rumah pelaku. Dua buah pipa besi kecil yang digunakan sebagai alat pengoplos juga ikut diamankan beserta sepeda motor Jialing roda tiga.

Sementara, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengatakan, tabung gas hasil pengoplosan pelaku tersebut dipasarkan ke rumah-rumah dan ke para pedagang kaki lima. Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat membeli gas elpiji.

“Tentu saja ini berbahaya. Kami imbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat membeli. Periksa segel terlebih dahulu,” tandas Burhanudin. (yas)

You might also like

Comments are closed.