Salawat dan Pekik Merdeka Warnai Eksekusi Pasar Kanjengan

METROSEMARANG.COM – Salawat dan pekik kemerdekaan dari para pedagang menggema mewarnai dimulainya eksekusi bangunan Pasar Kanjengan blok C dan D. Ratusan pedagang terlihat memilih menutup kios dan lapaknya demi ikut menyuarakan protes penolakan penggusuran.

Eksekusi bangunan Pasar Kanjengan blok C dan D, Rabu (23/8). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hari ini, Rabu (23/8), petugas gabungan dari Dinas Perdagangan, Bagian Hukum Pemkot Semarang, Kepolisian, Satpol PP dan Pengadilan Negeri Semarang melakukan  eksekusi penggusaran Pasar Kanjengan Blok C dan D sesuai keputusan perintah pengadilan. Pedagang telah disiapkan tempat relokasi sementara di komplek Masjid Agung Jawa Tengah.

Sebelum eksekusi dilakukan, petugas memberi kesempatan pedagang dan PT Pagar Gunung Kencana menyampaikan keberatan. Kemudian membacakan keputusan Pengadilan tentang perintah merobohkan bangunan dan menyerahkan aset pasar kepada Pemerintah Kota Semarang.

“Kami hanya mengerahkan personel sejumlah sesuai yang diminta Pengadilan, yaitu 70 personel,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang, Èndro Pudyo Martanto, di lokasi penggusuran, Rabu (24/8).

Ratusan pedagang nampak hanya pasrah melihat petugas mulai melakukan pembongkaran. Mereka terus berkumpul dan “mengintimidasi” petugas yang sedang melakukan tugasnya. Sehingga petugas kepolisian mengamankan orang yang disebut pengacara pedagang karena dianggap memprovokasi para pedagang. (duh)

You might also like

Comments are closed.