Sambut Kendaraan Listrik, Ratusan SPLU Dipasang di Jateng

METROSEMARANG.COM – Guna mendukung pengadaan kendaraan listrik, setidaknya 141 Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) telah dipasang di wilayah Jawa Tengah. Hardian Sakti, Deputi Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Jateng dan Yogyakarta menyebut dari ratusan SPLU itu, sekitar 14 buah di antaranya telah dipasang di area Yogyakarta sedangkan 21 buah lagi dipasang di Kota Semarang.

Foto: istimewa

“Rencananya masih ditambah lagi pemasangan 73 buah yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta,” ujar Hardian kepada metrosemarang.com, Minggu petang (27/8).

Hardian optimistis perkembangan kendaraan listrik, baik sepeda motor maupun mobil bakal diterima di Indonesia seiring dengan munculnya dukungan dari pemerintah pusat. Pemasangan SPLU, katanya juga untuk menjawab tantangan guna mendukung perkembangan teknologi ramah lingkungan.

Lebih jauh, ia memaparkan bahwa secara keseluruhan terdapat 875 SPLU yang dipasang di seluruh Indonesia. SPLU kendaraan listrik sudah dikembangkan PLN sejak 2015 dan dapat dijumpai di Jakarta, Bandung, Bangka Belitung, Riau dan Kepulauan Riau, Muara Bungo, Bengkulu, Lampung, Manado, Gorontalo, Palu, Kotamobagu, Yogyakarta, Bali, Makassar.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka menambahkan, untuk perangkat SPLU Jakarta sejak diluncurkan 4 Agustus 2016 sampai dengan akhir Juli 2017 telah terpasang sebanyak 542 titik. Keberadaannya akan ditambah seiring dengan kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum.

Menurutnya tahun ini ditargetkan sudah ada 1.000 unit SPLU khusus di Jakarta. Lokasi SPLU bahkan dapat ditemukan melalui Google Maps.

“Hal ini sudah dipersiapkan sejak lama untuk menjawab tantangan masa depan. Saat ini kendaraan listrik sudah banyak bermunculan. Ini ramah lingkungan. Kami yakin bisa memenuhi ketersediaan SPLU dengan kualitas maksimal, apalagi daya pasok energi listrik juga banyak dipasok dari pembangkit baru yang berasal dari program 35.000 MW,” sergahnya.

SPLU, lanjutnya semula dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan listrik para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun pedagang kaki lima (PKL). Namun, seiring berkembangnya teknologi, SPLU pun dapat digunakan untuk mengisi ulang energi kendaraan listrik.

Untuk menggunakannya, masyarakat cukup mengisi pulsa (stroom) kWh meter dengan membeli token listrik melalui Payment Point Online Bank (PPOB), ATM, minimarket, dan lain-lain dengan menyebutkan ID Pelanggan atau nomor kWh Meter yang tercantum di SPLU.

SPLU terbagi menjadi dua tipe hook di tiang listrik dan tipe standing yang menjadi suatu bangunan tersendiri. SPLU tipe hook berkapasitas 2 kWh meter dan setiap meter memiliki daya 5.500 VA sedangkan SPLU tipe standing terdiri dari 4 kWh meter.

Daya dari masing-masing kWh Meter tersebut juga bisa ditingkatkan menjadi 11.000 VA. Dengan kapasitas daya tersebut, SPLU mampu menyuplai listrik untuk charging kendaraan listrik yang memiliki daya bervariasi antara kisaran 500–2.500 Watt.

“Masyarakat dapat meminta kepada PLN untuk memasangkan SPLU di lokasi yang diinginkan agar kebutuhan listriknya dapat terpenuhi, sebagai charging station kendaraan listrik yang akan lebih pas bila diletakkan di tempat parkir,” jelasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.