Sambut Syawalan, Warga Pedurungan Bagikan Ratusan Kupat Jembut

Munawir menunjukkan kupat jembut yang menjadi ciri khas saat perayaan Syawalan di Pedurungan Tengah. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Munawir menunjukkan kupat jembut yang menjadi ciri khas saat perayaan Syawalan di Pedurungan Tengah. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

SEMARANG – Dalam rangka menyambut tradisi Syawalan, ratusan warga Kampung Jaten Cilik Kelurahan Pedurungan Tengah membagikan kupat jembut bagi anak-anak di kampung tersebut, Jumat (24/7). Tradisi unik yang berlangsung sejak puluhan tahun silam itu berlangsung meriah.

Ketupat merupakan panganan khas saat perayaan 1 Syawal tiba. Bila ketupat pada umumnya berisi nasi, tapi ketupat jembut yang dibagikan di kampung tersebut pada bagian tengahnya diisi kubis dan lembaran uang kertas. Acara bagi-bagi ketupat jembut di Kampung Jaten Cilik dimulai sejak pagi hari.

Munawir, warga Kampung Jaten Cilik, Kelurahan Pedurungan Tengah bercerita setiap Syawalan (hari ketujuh Syawal) ratusan anak-anak selalu datang ke rumah warga untuk meminta ketupat jembut. “Karena di dalamnya diisi uang Rp 2000-Rp 10 ribu, maka banyak anak-anak datang ke sini agar mendapatkan kupat jembut,” kata Munawir, kepada metrosemarang.com, Jumat (24/7).

Menurut pengurus Masjid Radhotul Mutaqien ini, pesta ketupat jembut tadi pagi diikuti lebih dari 200 anak kecil. Pembagian kupat jembut ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga kampungnya. “Biar anak-anak di sini senang,” imbuh Munawir.

Lebih jauh, Munawir menyampaikan, setiap rumah menyiapkan ratusan ketupat jembut untuk dibagikan kepada anak-anak kampung. Di rumahnya sendiri, ia menyediakan 100 biji dan ditandai dengan bunyi kenthongan agar anak-anak menyambangi rumahnya.

Pembuatan ketupat jembut, kata dia, butuh waktu hingga 6 jam. Lembaran uang kertas biasanya dipakai anak-anak untuk persiapan masuk sekolah. “Untuk tahun ini, pesertanya lebih ramai dibanding tahun lalu karena banyak anak yang datang dari luar kampung,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.