Sampah Plastik Ternyata Bisa Disulap Jadi Bahan Bakar, Ini Buktinya

Alumni Unnes memeragakan alat temuan mereka yang bisa mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar di Simpang Lima, Minggu (21/2). Foto: metrosemarang.com/khoirudin muhammad
Alumni Unnes memeragakan alat temuan mereka yang bisa mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar di Simpang Lima, Minggu (21/2). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Lima alumni Universitas Negeri Semarang (Unnes) memamerkan teknologi yang mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di car free day (CFD) Simpang Lima, Minggu (21/2).

Mereka adalah Fahmi Zuhda Baktiar, Hendra Prasetyo, Ilham Eka Fitriyanto, Rudiyanto, dan Khoirul Albab. Kelimanya merupakan lulusan Unnes Jurusan Teknik Mesin yang berhasil menyabet juara 3 pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) tahun 2015.

“Ini namanya Pyrolisis, alat ini mampu mengubah sampah plastik menjadi cairan bahan bakar alternatif,” kata Fahmi Zuhda Bakhtiar.

Untuk membuat cairan minyak, tempat pembakaran mampu menampung 2 kilo sampah plastik. Plastik yang sudah ditutup rapat dalam wadah besi tersebut kemudian dipanaskan dengan api selama kurang lebih 1 jam.

“Sampah plastik 2 kilo mampu diubah menjadi bahan bakar alternatif sebanyak 1,8 liter. Bahan bakar tersebut bisa dibuat campuran solar untuk keperluan industri dan lainnya,” sambungnya.

Setidaknya ada tiga jenis plastik yang dapat dikonversi menjadi bahan bakar alternatif seperti plastik jenis LDPE, HDPE, dan PP. Pada bagian pipa penyaringan dan tumpu pembakaran, dilapisi alumunium foil penahan panas.

“Alumunium foil ini sengaja dipasang untuk memastikan kalau suhu panas hanya berasal dari proses pembakaran, tidak karena pengaruh panas dari luar,” katanya. (din)

You might also like

Comments are closed.