Santan Jangan Dibenci, Sebab Ada Cara Baik Menyantapnya

Tubuh Butuh Santan

Mengonsumsi santan seharusnya dari bahan alami bukan kemasan. Santan dari parutan kelapa bisa disimpan di lemari pendingin.

INDONESIA kaya dengan berbagai macam bahan makanan, temasuk santan kelapa. Banyak masakan yang menggunakan bahan santan dalam campurannya, terutama pada saat hari raya untuk dijadikan sayur.

santan kelapa
ilustrasi. sumber: rumahmesin.com

Namun santan ternyata kurang baik untuk dikonsumsi setelah dihangatkan. Pakar Gizi, DR. dr. Tan Shot Yen, M.Hum  menyarankan, masakan berbahan santan sebaiknya langsung dikonsumsi saat itu juga.

“Bagi Anda yang suka makan santan sebaiknya tidak dalam waktu berdekatan mengonsumsi ini. Susunlah jadwal makanan dalam satu minggu. Anda bisa menandai hari, misalkan Sabtu untuk jadwal makanan bersantan berarti ‘ketemu’ santan lagi pekan depan,” paparnya saat mengisi sebuah acara perbincangan di Semarang akhir pekan lalu.

santan kelapa

Pakar Gizi, DR. dr. Tan Shot Yen, M.Hum dalam seminar World Breastfeeding Week (WBW) 2018, hari ini (11/8) di Resto Basilia yang diselenggarakan oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jawa Tengah. Foto: istimewa

Dia menambahkan, masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu menghindari masakan bersantan. Santan kaya antioksidan sedangkan tubuh butuh asupan ini. Dia menyarankan untuk mengkonsumsi santan dari bahan alami bukan kemasan. “Santan berasal dari parutan kelapa bisa dibagi ke dalam beberapa porsi dan bisa disimpan di lemari pendingin,” paparnya.

Agar tetap sehat, lanjutnya, tidak hanya mengkonsumsi makanan sehat, melainkan bergizi seimbang. Disebut seimbang setiap kali makan, perlu adanya asupan karbohidrat, protein dan lemak. “Makanan sehat bukan hanya tidak mengandung pengawet dan pewarna melainkan makanan yang dikonsumsi mirip dengan bentuk aslinya,” ungkapnya. (Ade Lukmono)

Comments are closed.