Santi Qauli: Abadikan Pengalaman dalam Bentuk Buku

Santi Qauli (foto: Metro Semarang/Ade Lukmono)
Santi Qauli (foto: Metro Semarang/Ade Lukmono)

MENGGELUTI komunitas yang peduli dengan kehidupan sosial, membuat Santi Fresti Qauli memiliki banyak cerita untuk didokumentasikan. Atas dorongan dari teman-temannya, dia kemudian menulis buku yang berisi pengalamannya selama di Semarang.

“Buku saya berjudul Volunteer is Me. Isinya mengenai kehidupan dan komunitas-komunitas sosial seperti Coin a Chance, Pagi Berbagi, Nebengers, Diet Kantong Plastik dan lain-lain,” ujar mahasiswi Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tersebut.

Dalam bukunya dijelaskan bahwa untuk menjalani kehidupan sosial, harus didasari dengan perasaan keikhlasan dan kerelaan. Dia ingin mengabadikan setiap momen hidupnya di suatu tempat dalam bentuk buku.

Buku setebal 150 halaman tersebut dia selesaikan dalam waktu enam bulan. Meskipun demikian, dara berusia 22 tahun ini belum memiliki keinginan membukukan pengalamannya ke penerbit. “Saya mencetaknya melalui self publishing,” tutur Santi.

Sampai sekarang, dia masih aktif dalam komunitas Coin a Chance Semarang. Komunitas tersebut mengumpulkan recehan di masing-masing drop zone yang kemudian dikumpulkan untuk menyekolahkan anak-anak berpotensi yang kurang mampu. “Sampai saat ini, kami memiliki sembilan adik asuh (sebutan bagi penerima beasiswa),” ujarnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.