Satpol PP Kukuti Puluhan Ban Bekas di PKL Tri Lomba Juang

METROSEMARANG.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang kembali melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang nekat menggelar lapak di trotoar stadion Tri Lomba Juang Semarang, Jumat (12/3). Sebanyak 2 pleton anggota berjumlah 40 petugas dikerahkan untuk mengangkut ban mobil bekas yang memenuhi trotoar jalan Tri Lomba Juang.

Tak tanggung-tanggung, satu truk Satpol PP hampir penuh menampung ban-ban bekas tersebut. Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kota Semarang Kusnandir mengatakan, sebelum penertiban dilakukan, Satpol PP sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Namun, oleh para pemilik lapak tidak ada respon dan tetap nekat membuka lapaknya.

“Dua hari yang lalu sudah dilakukan sosialisasi, karena tidak ada perubahan maka petugas bertindak hari ini dilakukan penertiban,” kata Kusnandir.

Puluhan ban bekas di PKL Tri Lomba Juang diangkut Satpol PP, Jumat (11/3). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Puluhan ban bekas di PKL Tri Lomba Juang diangkut Satpol PP, Jumat (11/3). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Kusnandir mengungkapkan, penertiban yang dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) 11 tahun 2000 tentang pedagang kaki lima (PKL). Ban-ban tersebut sengaja diangkut untuk mengantisipasi merebaknya populasi jentik nyamuk yang dikhawatirkan menyebabkan DBD.

“Ban-ban bekas yang ditumpuk berpotensi sebagai sarang nyamuk DBD  dan tempat PKL menyebabkan kondisi menjadi kumuh, kotor sehingga ditertibkan Satpol PP,” katanya.

Dia menegaskan, GOR Tri Lomba Juang sebagai tempat fasilitas umum memang semestinya harus steril dari keberadaan PKL. “Karena GOR Tri Lomba Juang adalah fasilitas pemerintah yang digunakan untuk umum maka dalam waktu dekat harus bersih,” tegasnya.

Sementara itu, para pedagang di Pasar Mrican yang nekat berjualan di trotoar juga tak luput dari penertiban. Keberadaan pedagang tersebut sering menimbulkan kondisi lalu lintas tersendat. “Total keseluruhan yang berhasil kita tertibkan kurang lebih ada 15 lapak,” tandasnya. (din)

You might also like

Comments are closed.