Satu Gol yang Bikin Aldaier Makin Pede

METROSEMARANG.COM – Aldaier Makatindu makin percaya diri menjalani sisa musim bersama PSIS Semarang. Nyaris dilupakan, eks bomber Madura FC itu kini menjelma sebagai salah satu elemen penting skuad Mahesa Jenar yang tengah berjuang di fase 8 besar Liga 2.

Aldaier Makatindu diharapkan terus mendulang gol untuk PSIS. Foto: metrosemarang.com

Didatangkan pada menit-menit akhir jelang penutupan bursa transfer, akhir September silam, Aldaier diharapkan bisa menambah variasi serangan PSIS. Meski punya skill oke, namun proses adaptasi mantan penggawa Timnas U-23 itu tak berjalan mulus.

Dia kalah bersaing dengan Sholihul Islam, sesama rekrutan anyar yang langsung menjadi pilihan utama pelatih Subangkit dalam empat laga terakhir di babak 16 besar.

Debutnya bersama Tim Ibukota Jateng datang pada matchday 4 babak 16 besar melawan Persita Tangerang di Stadion Citarum, 3 Oktober. Saat itu Aldaier masuk sebagai pemain pengganti di pertengahan babak kedua.

Pemuda kelahiran 25 Mei 1992 tersebut juga tak memungkiri jika dia sempat mengalami masa-masa sulit sejak tiba di Semarang. “Bergabung dengan tim baru dan teman-teman yang baru memang butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Apalagi saat itu tidak ada pemain di PSIS yang saya kenal,” kata dia usai mengikuti sesi latihan di Lapangan Lodaya Bandung,” Senin (20/11).

Tapi peruntungannya mulai membaik di babak 8 besar. Pada matchday 1 melawan Persebaya, Aldaier lagi-lagi harus memulai pertandingan dari bangku cadangan dan diturunkan di babak kedua menggantikan Sholihul Islam.

Baru pada laga kedua melawan PS Mojokerto Putra, Sabtu (18/11), dia diberi kesempatan tampil sejak menit pertama. Aldaier pun menjawab tuntas kepercayaan tersebut.

Pemain 25 tahun itu menjadi bintang kemenangan Mahesa Jenar dengan mengemas satu gol plus melepas dua assist untuk gol Rio Saputro dan Hari Nur Yulianto.

Satu gol yang dibutuhkan Aldaier untuk menebalkan kepercayaan dirinya. “Gol tersebut membuat saya lebih percaya diri. Sekarang saya sudah semakin enjoy dengan tim ini. Mudah-mudahan saya bisa terus mendapat kepercayaan tampil dan membantu PSIS mencapai target lolos ke Liga 1,” tandasnya.

Subangkit juga tak ragu melontarkan pujian buat Aldaier. Namun, pelatih 58 tahun itu tak bisa memberi garansi selalu memainkannya sebagai starter.

“Saya hanya melihat pemain yang benar-benar siap. Aldaier memang tidak terlalu mobile, tapi dia bisa melindungi bola dan membuka ruang untuk rekan-rekannya,” kata dia.

PSIS masih menyisakan satu laga lagi di fase perempatfinal melawan PSPS Riau. Pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (21/11) tersebut menjadi penentu nasib kedua tim untuk melangkah ke babak semifinal. (twy)

You might also like

Comments are closed.