Ini Dia Satu-satunya Pembuat Teng-tengan di Semarang

METROSEMARANG.COM – Teng-tengan yang dulunya dikenal dengan nama Dian Kurung saat ini sudah jarang ditemukan. Namun kerajinan ini masih ditekuni dan dilestarikan beberapa warga Perbalan Kota Semarang.

Junarso adalah satu-satunya pengrajin Teng-tengan. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Seorang pembuat Teng-tengan, Junarso mengaku membuat Teng-tengan berdasarkan warisan keluarga secara turun temurun sejak buyutnya. Dia merasa bertanggungjawab meneruskan tradisi tersebut lantaran di Kota Semarang, satu-satunya pengrajin Teng-tengan hanya Perbalan.

Setiap hari Junarso membuat kurang lebih 20 Teng-tengan dengan dibantu dengan seorang rekanya. “Dulu pada awal mulanya Teng-tengan tidak diperjualbelikan karena hanya difungsikan sebagai penerangan, namun dalam perkembangannya kini Teng-tengan menjadi kerajinan yang dipasarkan,” paparnya, Selasa (30/5).

Lampion yang terbuat dari kertas aneka warna ini mampu mendatangkan rezeki bagi Junarso. Harga satu Teng-tengan dia bandrol Rp 15.000. Biasanya dia menjual dengan berkeliling kampung dan berdasarkan pesanan skala besar dari luar kota, seperti Surabaya, Jogja, dan Bandung. (ade)

 

You might also like

Comments are closed.