Sayonara! PSIS Terdepak dari Piala Indonesia

1 Gol Open Play, 3 Gol dari Bola Mati

Skor 1-4 bertahan sampai akhir laga sekaligus meloloskan Bhayangkara FC ke babak perempat final dengan keunggulan agregat 5-2.  PSIS harus berucap selamat tinggal pada Piala Indonesia.

Gol Hari Nur Yulianto gagal meloloskan PSIS ke babak 8 besar Piala Indonesia. (Foto: metrosemarang.com/Tri Wuryono)

 

MENJAMU Bhayangkara FC pada leg kedua babak 16 besar Piala Indonesia di Stadion Moch Soebroto Magelang, Minggu, 24 Februari 2019, Mahesa Jenar menurunkan kerangka tim yang disiapkan untuk kompetisi Liga 1.

Septian David Maulana dan Ibrahim Conteh mengisi barisan starter, dengan meninggalkan Eka Febri serta Tegar Infantrie di bangku cadangan. Tuan rumah cukup percaya diri dengan modal hasil imbang 1-1 di pertemuan pertama, 19 Februari 2019 lalu. Mereka hanya butuh seri tanpa gol untuk menyingkirkan Bhayangkara FC.

Susunan Pemain
PSIS 4-2-3-1: Joko Ribowo–Ganjar Mukti, Fauzan Fajri, Rio Saputro, Soni Setiawan; Heru Setyawan, Ibrahim Conteh; Bayu Nugroho, Septian David Maulana, Komarudin; Hari Nur Yulianto

Bhayangkara FC 4-3-3: Wahyu Tri Nugroho–I Putu Gede, Anderson Salles, Indra Kahfi, M Fatcurahman; Alsan Sanda, Le Yujun, Vendri Mofu; Nur Iskandar, Dendi Sulistyawan, Wahyu Subo Seto

 

 

 

Hari Nur Yulianto mengawali duel PSIS melawan Bhayangkara FC, dengan cukup baik. PSIS memimpin pertandingan di menit keempat. Sepakan kaki kiri kapten Mahesa Jenar itu bersarang di sudut kanan atas gawang Wahyu Tri Nugroho.

Sayangnya, keunggulan PSIS itu hanya bertahan 17 menit. Tapi Bhayangkara FC mampu merespons dengan sangat baik dan menyamakan skor di menit 21. Sepakan bebas Anderson Salles gagal dijangkau Joko Ribowo.

Bhayangkara FC, tim milik Polri ini, kemudian menambah tiga gol di babak kedua. Menit 54 Dendi Sulistyawan memberi keunggulan memanfaatkan umpan silang dari sayap kiri.

The Guardian, julukan Bhayangkara FC, mencetak gol ketiga di menit 65 melalui eksekusi tendangan bebas Lee Yujun. Anderson Salles membuat tuan rumah makin terpuruk di menit 86. Lagi-lagi melalui tendangan bebas.

 

Gol dari Bola Mati

Dari empat gol yang bersarang di gawang Joko Ribowo, hanya gol Dendi yang berasal dari skema open play. Tiga lainnya dari tendangan bebas yang dieksekusi sempurna oleh Anderson dan Lee Yujun.

Pelatih PSIS, Jafri Sastra yang untuk pertama kali mendampingi di bench, mengakui jika bola-bola mati Bhayangkara FC menghukum timnya. Lawan disebutnya mampu memanfaatkan situasi untuk memenangkan pertandingan.

piala indonesia
Ibrahim Conteh dijepit dua pemain Bhayangkara FC. PSIS terhenti di babak 16 besar Piala Indonesia. (Foto: metrojateng.com/Tri Wuryono)

“Kami minta maaf karena harus terhenti sampai di sini. Hari ini Bhayangkara bisa memanfaatkan situasi dari pelanggaran-pelanggaran yang kami buat di area berbahaya dan tiga gol lahir dari situasi bola mati,” kata Jafri seusai laga.

Pada duel leg pertama di Stadion PTIK, gol balasan Bhayangkara FC juga berasal dari skema set piece yang dituntaskan oleh Anderson Salles. Total sudah enam kali gawang Joko Ribowo kebobolan dari bola mati di sepanjang turnamen Piala Indonesia. Di babak sebelumnya, winger Persibat Batang, Hapidin dua kali menaklukkan Joko Ribowo dari set piece. Satu tendangan bebas dan satu penalti.

“Kebobolan tiga gol dari bola mati tentunya akan menjadi bahan evaluasi buat tim. Setelah ini kami harus bersiap mengikuti Piala Presiden,” kata GM PSIS Wahyoe ‘Liluk’ Winarto pada kesempatan terpisah.

Skor 1-4 bertahan sampai akhir laga sekaligus meloloskan Bhayangkara FC ke babak perempat final dengan keunggulan agregat 5-2.  PSIS harus berucap selamat tinggal pada Piala Indonesia.

 

The Guardian Tanpa Kalah

Bhayangkara FC melanjutkan catatan tanpa kekalahan saat bersua PSIS Semarang. Hasil tersebut bukan saja meloloskan mereka ke babak perempat final. Indra Kahfi dan kolega juga menambah rasa penasaran armada Mahesa Jenar yang belum pernah menang dalam lima kali kesempatan.

Pertemuan pertama kedua tim terjadi di fase grup Piala Presiden 2018. Saat itu gol Jajang Mulyana memastikan keunggulan Bhayangkara FC. “Kami sudah pelajari cara main PSIS dari pertandingan pertama dan sudah kami antisipasi. Pertandingan tidak mudah, tapi kami bermain sabar dan bisa menang,” kata Alfredo Vera, pelatih Bhayangkara FC.

piala indonesia
Hari Nur Yulianto belum mampu menghadirkan kemenangan untuk PSIS atas Bhayangkara FC. (Foto: metrojateng.com/Tri Wuryono)

Kedua tim sempat berbagi skor 1-1 pada pekan ketiga Liga 1 di Stadion Delta Sidoarjo, 7 April 2018 lalu. Hari Nur Yulianto menyelamatkan PSIS dari kekalahan setelah Nikola Komazec lebih dulu mencetak gol buat the Guardian.

Pertemuan ketiga terjadi pada game week 20 Liga 1 di Stadion Moch Soebroto, 13 Agustus 2018. Bhayangkara FC menang dengan skor 2-1, lewat gol yang dibuat Herman Dzumafo dan Paulo Sergio, yang hanya mampu dibalas satu oleh Hari Nur.

PSIS nyaris memetik kemenangan perdana atas Bhayangkara FC pada duel leg pertama babak 16 besar Piala Indonesia di Stadion PTIK, Selasa, 19 Februari 2019. Gol Anderson Salles di injury time babak kedua membuyarkan keunggulan Mahesa Jenar yang dibuat Bayu Nugroho.

Hari Nur Yulianto sebetulnya tercatat sudah tiga kali mengoyak gawang Bhayangkara FC, terbanyak di antara tim-tim lain di Liga 1. Namun gol-gol tersebut belum mampu menghadirkan kemenangan untuk PSIS. (*)

 

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.