Sebagian Besar Perusahaan Enggan Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Kepala Dinsosnakertransduk Jawa Tengah, Wika Bintang  Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Kepala Dinsosnakertransduk Jawa Tengah, Wika Bintang
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

 

METROSEMARANG.COM – Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Dinsosnakertransduk) Jawa Tengah, Wika Bintang mendorong puluhan ribu perusahaan di wilayahnya untuk mengikuti program jaminan sosial ketenagakerjaan mulai tahun depan. Dengan begitu, maka keselamatan kerja bagi buruh terjaga dengan baik.

“Kami mendorong tiap HRD yang bernaung di bawah Apindo agar mengingatkan perusahaannya supaya ikut jaminan sosial ketenagakerjaan. Sebab, jaminan ini dibutuhkan oleh buruh di Jawa Tengah,” ungkap Wika, saat dihubungi metrosemarang.com, Kamis (5/11).

Ia telah mendata ada sebanyak 23.000 perusahaan di Jawa Tengah tapi mereka tak sepenuhnya ikut BPJS Ketenagakerjaan. Di luar itu, yang benar-benar ikut BPJS Ketenagakerjaan baru 11 perusahaan besar. Padahal, pemberian jaminan ketenagakerjaan ini penting agar 1,3 juta pekerja bisa mendapatkan layanan jaminan sosial yang layak.

“BPJS juga diharapkan mampu melayani pekerja lebih baik lagi,” imbuhnya.

Menurut Wika, jumlah buruh yang ikut BPJS pun kini masih fluktuatif. Pasalnya, terdapat beberapa pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan resign dari perusahaannya. “Jadi belum 100 persen diikutkan jaminan sosial,” kata Wika.

Wika masih menemukan banyak perusahaan yang enggan mengikutsertakan pekerjanya dalam program ketenagakerjaan secara utuh. Dari empat program yang bergulir saat ini, pekerja baru ikut sebagian saja.

“Temuan ini banyak terjadi di pabrik-pabrik. Sehingga melalui sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan, kita bisa memahami pentingnya pemberian jaminan sosial bagi buruh. Kami minta perusahaan mengklarifikasi apa saja kendala dalam program ini. Kalau perlu ada pedampingan dari Kemenakertrans,” ucap Wika.

Wika menambahkan, di 35 kabupaten/kota pertumbuhan industri baru paling banyak tersebar di jalur Pantura. (far)

You might also like

Comments are closed.