Sebarkan Poster ‘Garuda ku Kafir’, Anggota BEM FISIP Undip Dijerat Sanksi Tegas

METROSEMARANG.COM – Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro Semarang terancam dijerat sanksi tegas karena kedapatan menyebarkan poster ‘Garuda ku Kafir’ di kampusnya. Poster yang mereka sebar dianggap provokatif karena memuat gambar burung garuda yang diblok merah dengan tulisan ‘Garuda ku Kafir’.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

M Zaenuri, Wakil Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Undip memastikan, kelima orang itu merupakan anggota Senat dan BEM Fisip.

Ia pun menyayangkan adanya penyebaran poster provokatif tersebut, apalagi lima mahasiswa itu menyalahi prosedur tatkala menyebarkan poster di tiap sudut kampus dan media sosial.

“Dan itu tidak ada izinnya. Yang bersangkutan sudah menyesal dan meminta maaf kepada kami. Walau begitu, pihak rektorat tetap memproses mereka sebab telah melanggar aturan akademik,” katanya di Gedung Widya Puraya Undip Tembalang, Jumat (19/5).

Ia pun menambahkan bahwa diskusi yang rencananya digelar Sabtu besok sepenuhnya merupakan acara kemahasiswaan dan tidak ada kaitannya sama sekali soal NKRI maupun kebhinekaan.

Kelima mahasiswa Fisip, kata dia sejak awal sengaja memancing perhatian masyarakat agar datang ke acaranya. Hanya saja, ia mengaku jika apa yang dilakukan para pelaku sangat keliru saat memberikan sumbangsih pemikirannya untuk acara diskusi ‘Garuda Ku Kafir’.

“Kami sebagai civitas akademika mohon maaf jika hal-hal semacam ini telah menimbulkan interprestasi. Tapi kami tegaskan tidak ada niatan menggunakan simbol itu untuk sesuatu yang tidak proporsional,” ungkapnya.

Atas perbuatannya tersebut, lima mahasiswa Fisip kini harus menjalani sidang dihadapan lembaga hukum Undip untuk dipertimbangkan sanksi yang layak untuk mereka.

“Sanksinya kalau sudah masuk ranah hukum bisa dicopot gelar kemahasiswaannya, kemudian ada sanksi sedang dan ringan sesuai keputusan yang kami jatuhkan buat mereka,” paparnya. (far)

You might also like

Comments are closed.