Sebelum Bunuh Diri, Mbah Min Tulis Permintaan Maaf untuk Polisi

Warga membersihkan darah Sukimin yang menempel di area makam. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Warga membersihkan darah Sukimin yang menempel di area makam. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

SEMARANG – Kenekatan Sukimin (68) untuk mengakhiri hidupnya ternyata dipicu sakit hati terhadap perlakuan anak tiri dan cucunya. Dia juga sempat menuliskan surat wasiat sebelum mencoba bunuh diri dengan mengiris pergelangan tangan di kompleks pemakaman Karangsawo, Bongsari, RT 7 RW 2, Semarang Barat.

Menurut penuturan warga yang pertama kali menemukan korban, Parmin, Sukimin nekat mengakhiri hidupnya lantaran sakit hati dengan anak tiri dan kedua cucunya. Itu setelah ditemukannya surat wasiat yang ditulis korban yang berada tak jauh dari tubuhnya.

“Maaf Pak Polisi, adanya kejadian ini, saya sakit hati dengan anak tiri saya, Setyoningsih serta cucu saya Sutiyono dan Bagas. Terima kasih Pak Polisi, saya Sukimin,” tutur Parmin, sesuai dengan isi tulisan dalam surat wasiat korban.

Sukimin warga Jalan Kelengan Kecil, Kembangsari, Semarang Tengah, itu ditemukan dalam kondisi lemas karena kehabisan darah, Jumat (8/5) sekitar pukul 08.00. Dia ditemukan oleh Parmin (40). Selanjutnya, korban dibawa ke RSUP Dr Kariadi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (yas)

You might also like

Comments are closed.