Sebelum Ditemukan Tewas, Mbah Walimah Pamit Cari Daun Pisang

METROSEMARANG.COM – Kematian Walimah (60) yang hanyut di aliran Sungai Beringin, Jumat (4/3) petang kemarin, masih menyisakan kesedihan yang mendalam bagi keluarga. Suasana berkabung masih terlihat saat metrosemarang.com menyambangi rumah Walimah, Sabtu (5/3) siang.

Anak Walimah, Sholekan mengungkapkan, kegiatan Walimah setiap hari memang mencari daun pisang untuk dijual ke Pasar Ngaliyan. Awalnya dia tidak punya firasat apa-apa saat ibunya tak kunjung pulang hingga menjelang magrib.

Anak Sungai Beringin yang menghanyutkan Mbah Walimah, Jumat (4/3) sore. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Anak Sungai Beringin yang menghanyutkan Mbah Walimah, Jumat (4/3) sore. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

Merasa khawatir, dia pun akhirnya mencari ke kebun milik salah satu perusahaan, tempat di mana Walimah biasa mencari daun pisang. Sayang, ibunya yang sudah sepuh itu tak kunjung ketemu.

Sholekan pun nekat menceburkan diri ke sungai yang lebarnya hanya 1,5 meter. Kedalamanya pun tak lebih dari separuh tubuhnya. Namun, air sungai tersebut sangat deras dan keruh.

Dia pun semakin khawatir ibunya terseret banjir. “Setelah saja susuri sungai, sekitar jarak 300 meter saya temukan jaket ibu saya, keadaanya juga sudah sobek-sobek,” kata Sholekan, Sabtu (5/3).

Berbekal temuan itu, ia lantas pulang dan meminta bantuan kepada tetangga. Dia dan beberapa tetangga pun berkumpul dan kembali menyusuri sungai malam itu juga. “Saya semakin yakin kalau hanyut karena banjir. Sekitar setengah 9 saya dan tetangga turun lagi ke sungai,” sambungnya.

Akhirnya, sekitar pukul 23.15, Walimah ditemukan di pinggir sungai, di belakang kompleks makam Ngaliyan. Di dekat batu besar, Walimah tertelungkup tanpa busana dan sudah tak bernyawa.

“Kita menemukan jasadnya sekitar 1 kilometer dari tempat biasanya ibu saya menyeberangi sungai,” katanya.

Sholekan menambahkan, sungai tersebut di hari biasa tak memperlihatkan tanda-tanda bahaya, bahkan air yang mengalir relatif kecil. Sepanjang sungai ini didominasi tebing dan semak belukar.  Namun akibat kiriman air dari bagian atas, arus sungai berubah menjadi deras. (din)

You might also like

Comments are closed.