Sebelum Pindah Pedagang Minta Pasar Simongan Disempurnakan

METROSEMARANG.COM – Pembangunan Pasar Simongan Kota Semarang telah selesai. Namun para pedagang menilai pembangunan pasar tersebut tidak sempurna karena masih ada beberapa bagian penting yang justru tidak dibangun oleh kontraktor pelaksana.

Kondisi Pasar Simongan yang belum tuntas direnovasi. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Simongan, Fathur Rohman mengatakan, para pedagang telah diminta untuk menempati kios dan los untuk berjualan pada minggu pertama Februari mendatang. Padahal mereka menilai pembangunan Pasar Simongan masih belum selesai.

‘’Banyak kekurangan fisik yang belum diselesaikan oleh kontraktor pelaksana. Seperti di antaranya pintu kios atau rolling door. Dari 19 kios hanya 5 kios yang sudah ada rolling doornya’’, katanya usai sosialisasi di Kelurahan Ngemplak Simongan, Selasa (30/1).

Selain pintu kios juga pintu utama Pasar Simongan belum ada, sehingga keamanan pasar khususnya pada malam hari tidak dapat terjamin. Pihaknya meminta agar Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang melengkapi sarana dan prasarana yang kurang tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menjelaskan, pembangunanPasar Simongan memang tidak sempurna hanya selesai 93 persen. Meski demikian, pasar tersebut diklaim aman untuk ditempati pedagang.

’’Memang banyak kekurangan tapi aman untuk berjualan. Sudah disepakati dengan para pedagang, mereka akan melengkapi sendiri kekurangan itu. Seperti pintu kios, akan dipasang pedagang sendiri dengan uang sendiri,’’ jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya sudah mengusulkan agar PT Dinamika Persada Hati yang melaksanakan proyek pembangunan Pasar Simongan diblacklist. Karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan senilai Rp5,45 miliar itu secara tuntas.

Terkait proses pemindahan pedagang ke dalam Pasar Simongan baru, dia mengatakan hari Selasa (30/1) ini baru dilakukan sosialisasi. Selanjutnya akan dilakukan penataan ulang, pembersihan lokasi pasar, baru memasukan pedagang ke dalam pasar baru. (duh)

You might also like

Comments are closed.