Sekolah Kemaritiman Kesulitan Tenaga Pengajar

kunjungan kapal

SEMARANG – Minimnya tenaga pendidik menjadi salah satu kendala sekolah kemaritiman sulit mendapat pengakuan dari masyarakat. Ironisnya, sekolah kemaritiman hanya dijadikan ‘pelarian’ ketika sudah bosan berlayar.

“Kebanyakan dosen hanya kalau sudah bosan berlayar. Karena kebanyakan dari lulusan tersebut sudah memiliki penghasilan tinggi dari berlayar. Maka wajar jika kita kesulitan mencari tenaga pengajar, karena gaji pengajar di sekolah pelayaran tidak sebanding dengan jika mereka berlayar,” kata Direktur Polimarin Semarang, Sri Tuti Rahayu, Rabu (15/10).

Untuk menjaring minat lulusan menjadi dosen, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan Kemdikbud agar para pengajar juga tetap diberi keleluasaan berlayar. “Yaitu dengan sistem reset, sehingga dosen-dosen tersebut mau untuk mengajar,” ujarnya.

Sementara, pakar dunia pelayaran, Ario Hendartono  mengatakan, permasalahan yang harus segera diatasi oleh pemerintah dalam hal lulusan sekolah kemaritiman yaitu mengubah pemikiran para lulusan agar memiliki jiwa enterpreneur. Dengan demikian, kata dia, mereka bisa membuka lapangan usaha baru ketika sudah tidak melaut. (joe)

 

 

You might also like

Comments are closed.