Sekolah Nasima Terapkan Blended-Hybrid Learning

*Operasikan GeNose C19, Hadapi Tahun Ajaran 2020-2021

SEMARANG – Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima merupakan penyelenggara pendidikan  mulai jenjang KB-TK, SD, SMP dan SMA Nasima. Sekolahan yang berlokasi di Kota Semarang ini lebih  dikenal dengan sebutan Sekolah “Merah Putih” Nasima.

Dalam rangka menyambut tahun ajaran 2021/2022 dan masa kenormalan baru di dunia pendidikan, pembelajaran secara daring tetap diteruskan dengan diselingi pembelajaran secara luring atau tatap muka terbatas.

Pembelajaran luring terbatas dilaksanakan sesuai pedoman dari dinas pendidikan, yaitu diikuti maksimal 25% atau 50% jumlah peserta didik, dua kali dalam seminggu, masing-masing selama 2 jam, dan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Izin orang tua menjadi hal yang paling utama. Sesuai situasi kondisi masing-masing, orang tua dapat memilih opsi pembelajaran daring diselingi pembelajaran luring terbatas atau memilih opsi pembelajaran daring saja bagi anak-anaknya.

Sekolah Nasima telah menyiapkan beberapa langkah inovatif. Pembelajaran daring berkualitas menggunakan platform Microsoft Office 365 tetap menjadi pilar utama. Sebagai Microsoft Showcase School di Indonesia, Sekolah Nasima terbukti mampu survive dalam pembelajaran daring yang terjadwal rapi di kelas-kelas virtual.

Sumber dan media pembelajaran digital dikreasi para guru serta disediakan secara memadai, pendidikan karakter diintegrasikan, dan berbagai kegiatan daring edukatif dilaksanakan sebagai penyempurna.

Guna melayani peserta didik yang diizinkan ikut pembelajaran daring plus luring terbatas dan peserta didik yang hanya bisa ikut pembelajaran daring saja, Sekolah Nasima memilih model Blended-Hybrid Learning, gabungan antara model Blended Learning dan Hybrid Learning.

Blended Learning adalah model pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran tatap muka di kelas nyata dengan pembelajaran daring di kelas virtual dan belajar mandiri. Hybrid Learning adalah model pembelajaran yang memanfaatkan perangkat teknologi dan internet untuk mencapai tujuan pembelajaran, baik melalui pembelajaran tatap muka di kelas maupun pembelajaran daring.

Sekolah Nasima disemua jenjang (KB-TK, SD, SMP, SMA Nasima) memadukan kedua model tersebut sehingga pembelajaran luring dan daring dapat dilaksanakan sekaligus dalam satu waktu (Blended-Hybrid Learning). Ketika ada jadwal tatap muka terbatas disuatu kelas, guru dapat melaksanakan pembelajaran serentak bersama peserta didik yang hadir di kelas maupun peserta didik yang ada di rumah.

Pembelajaran pada masa pandemi pun menjadi lebih efisien dan efektif. Persiapan yang dilakukan Sekolah Nasima secara sistematis untuk menerapkan model Blended-Hybrid Learning adalah Menyusun panduan pelaksanaan; Memfasilitasi dan memastikan semua guru dan tenaga kependidikan sudah divaksinasi Covid-19 secara lengkap; Menyediakan sarana prasarana protokol kesehatan secara lengkap, termasuk alat GeNose C19 sebagai pendeteksi Covid-19 pada guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik secara periodik dan insidental;  Melengkapi sarana prasarana pembelajaran hibrida, misalnya kamera, jaringan, laptop, LCD projector, dan sebagainya; Workshop atau pelatihan guru; Sosialisasi ke orang tua; dan Simulasi model Blended-Hybrid Learning.

“Simulasi tersebut sangat penting untuk dilaksanakan agar semua pihak, yaitu guru, orang tua dan peserta didik dapat menyiapkan serta menyesuaikan diri dengan paradigma pembelajaran pada masa new normal yang akan diterapkan Sekolah Nasima”, kata Dr Indarti MPd,  Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Nasima.

Pada akhir simulasi Blended-Hybrid Learning kita melakukan evaluasi menyeluruh agar pada tahun ajaran baru nanti kita bisa runing dengan layanan pendidikan yang berkualitas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Model Blended-Hybrid Learning adalah prototype atau solusi pembelajaran ketika pandemi Covid-19 masih membersamai”, tutup Indarti.(eff)

You might also like

Comments are closed.