Selama 2014, Terjadi 194 Kasus Kebakaran di Semarang

Kebakaran di TPA Jatibarang (24/9) (foto: Metro)
Kebakaran di TPA Jatibarang (24/9) (foto: Metro)

SEMARANG – Dampak kemarau panjang yang memuncak sejak bulan September hingga Oktober 2014 ternyata tak hanya menyebabkan bencana kekeringan di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Pasalnya di Kota Semarang, hal tersebut justru meningkatkan intensitas jumlah kasus kebakaran.

Menurut catatan Dinas Kebakaran Kota Semarang, sejak bulan Januari hingga Oktober 2014 ini, sudah ada 194 kasus kebakaran yang masuk. Dari catatan tersebut, jumlah terbesar terjadi pada bulan September dan Oktober 2014,  di mana puncak kemarau terjadi di bulan tersebut. “Dari jumlah itu, kasus kebakaran terbanyak terjadi pada kebakaran di padang rumput dan ilalang,” tutur Sumarsono,
Kepala Sub Dinas Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Kamis (9/10) siang.

Dari jumlah keseluruhan tersebut, lanjut dia,  kasus kebakaran terbagi atas kebakaran bangunan perumahan sebanyak 68 kasus, bangunan campuran 72 kasus, bangunan industri 35 kasus, kendaraan 34 kasus, dan sisanya adalah kebakaran yang terjadi di padang rumput dan ilalang. “Di  bulan Oktober ini, jumlah kebakaran padang rumput dan  ilalang sudah mencapai 17 titik,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Supriyanto, Kepala Seksi Operasional Dinas Kebakaran Kota Semarang. Menurutnya faktor alam menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran di padang rumput dan ilalang yang hampir setiap hari terjadi di Kota Semarang.

“Namun faktor manusia juga bisa menjadi penyebab kebakaran, seperti  kelalaian saat membuka lahan dengan membakar ilalang,” ujarnya.

Menurut Supriyanto, beberapa daerah yang rawan kebakaran ilalang di Kota Semarang antara lain, wilayah Semarang Indah, lahan kosong di sekitar pemukiman Tanah Mas, Bukit Sari, Ngaliyan, Mijen dan tanah kosong di sekitar fasilitas umum seperti jalan tol. “Perbandingan jumlah kebakaran ilalang bulan Juli dan Oktober  mencapai perbandingan 1:3. Di mana kebakaran ilalang lebih mendominasi dibanding kebakaran rumah warga. Untuk itu, dihimbau kepada masyarakat agar terus waspada jika sewaktu-waktu kebakaran terjadi,” tandasnya. (yas)

You might also like

Comments are closed.