Selamat Datang, “Bulan Darah” Terlama Abad Ini

LAMAN resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengunggah informasi prediksi gerhana pada 28 Juli 2018 nanti. Seperti pada 31 Januari 2018 lalu, gerhana bulan kali ini bakal total dan juga bakal disertai fenomena blood moon. Hanya saja, durasi kali ini akan lebih lama, bahkan diprediksi menjadi yang terlama hingga 100 tahun ke depan.

Bulan yang biasanya berwarna putih keabu-abuan, akan berubah warna menjadi merah atau cokelat kemerahan mirip warna darah. Itu hanya akan terjadi saat puncak gerhana total. Tidak akan menimbulkan dampak negatif. Pemandangan di langit justru akan tampak sangat indah. Jadi jangan sampai terlewat, karena gerhana kali ini kembali dapat diamati dari Indonesia, Semarang tak ketinggalan.

gerhana bulan
sumber: bmkg.go.id

Di Indonesia bagian barat, gerhana bulan akan mulai pada pukul 00:13 dan berakhir pada pukul 06:30. Puncak gerhana bulan total akan terjadi pukul 03:21, dimana bulan juga bakal mencapai warna yang paling merah. Fase gerhana bulan total sendiri akan terjadi dalam durasi 1 jam 43 menit. Lebih lama dari yang terjadi pada 31 Januari 2018 lalu, selama 70 menit.

“Katanya itu gerhana bulan yang terlama? Ya, itu benar. Gerhana dapat terpantau cukup luas di hampir seluruh wilayah Indonesia. Untuk wilayah Semarang, kalau dilihat dari petanya, sepertinya bisa. Ini musim kemarau, tidak ada awan. Mudah-mudahan bisa lihat,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Semarang, Iis Widya Harmoko ditemui di kantornya.

Panjangnya durasi totalitas gerhana bulan itu sendiri disebabkan oleh tiga hal. Pertama, saat  puncak gerhana  terjadi,  posisi  pusat  piringan  bulan  dekat  sekali  dengan  pusat umbra, atau bayangan inti yang berada di bagian tengah sangat gelap pada saat terjadi gerhana bulan.

Kedua, gerhana bulan total terjadi pada saat bulan berada pada titik terjauh dari bumi, yaitu 406 ribu kilometer.  Ketiga, pada saat puncak gerhana bulan total, bumi berada pada titik terjauh dari matahari (aphelion), yakni 184 juta km.

 

100 Tahun Lagi

Yang jelas, sekali lagi, jangan sampai melewatkan momen langka ini. Memang masih akan ada gerhana bulan dengan durasi fase total yang mengalahkan gerhana 28 Juli mendatang. Tapi datangnya diperkirakan masih tahun 2123. Itu pun tidak akan dapat disaksikan dari Indonesia.

Adapun fase gerhana bulan total terlama selanjutnya yang dapat diamati di wilayah Indonesia, diperkirakan terjadi pada tahun 2141. Waktunya akan mencapai 1 jam 46 menit.

Proses gerhana bulan total pada 28 Juli nanti dimulai ketika bulan memasuki penumbra bumi, atau bayangan kabur yang terjadi pada saat gerhana. Fase itu terjadi pada pukul 00:13. Lalu bulan akan menjadi sedikit lebih redup dibanding sebelumnya. Namun perubahan kecerlangan tersebut tidak dapat dideteksi dengan mata telanjang, dan hanya bisa dideteksi dengan hasil perbandingan perekaman fase sebelum dan sesudah gerhana.

Fase berikutnya adalah piringan bulan mulai memasuki titik bayangan tergelap atau umbra, pada pukul 01.24. Pada saat ini terjadi gerhana sebagian, ditandai dengan bagian bulan yang sedikit gelap. Bagian gelap kemudian kian membesar hingga akhirnya seluruh piringan bulan memasuki umbra bumi pada pukul 02:29. Selepas itu bagian bulan memerah sampai warna paling merah terjadi pada puncak gerhana pada pukul 03:21.

Ilustrasi (sumber: gettyimage)

Peristiwa memerahnya piringan bulan berakhir pada pukul 04:13 WIB, seiring dengan piringan bulan yang mulai memasuki kembali penumbra bumi. Saat itu, gerhana bulan sebagian terjadi. Piringan bulan akan kembali gelap, tapi ada bagian terang pada piringan bulan. Bagian yang terang akan semakin membesar, sampai seluruh piringan bulan meninggalkan umbra bumi pada pukul 05:19.

Pada saat tersebut bulan berada di bagian penumbra bumi, sehingga peristiwa gerhana bulan penumbra kembali terjadi. Bulan akan semakin terang, meski tak seterang purnama biasa. Proses itu akan berlanjut hingga gerhana selesai pada pukul 06:30. Saat itu bulan sudah meninggalkan penumbra bumi. Secara keseluruhan proses gerhana bulan 28 Juli 2018 akan terjadi selama 6 jam 17 menit.

 

Semerah Darah

Gerhana Bulan merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semua cahaya sampai ke bulan. Gerhana bulan total 28 Juli 2018 mendatang diperkirakan akan menjadikan bulan berwarna kemerahan. Memerahnya bulan akan mencapai puncak hingga menyerupai darah, disebut blood moon. “Bulan darah” itu bisa disaksikan langsung dengan mata kepala selama hampir dua jam. Yang perlu dicatat, puncak kemerahan akan terjadi pukul 03.21.

Memerahnya piringan bulan ini terjadi karena adanya cahaya matahari yang dihamburkan oleh atmosfer bumi. Kemudian bagian cahaya kemerahannya diteruskan  hingga  sampai  ke  bulan.  Karena  itulah fase  totalitas  dalam  gerhana  bulan  total  akan berwarna  kemerahan.

blood moon semarang
infografik: Efendi, olah data: Eka Handriana

 

Semarang! Awas Rob

Keindahan pemandangan langit saat gerhana, bisa disaksikan di tempat-tempat terbuka yang tak terhalang pepohonan. Yang tinggal di Kota Semarang termasuk beruntung karena dapat mengamati gerhana lebih lama dibanding dengan yang tinggal di bagian timur Indonesia.

Di seluruh Pulau Jawa, proses gerhana bulan dapat diamati dari awal sampai gerhana-sebagian, berakhir. Di Pulau Sumatra bagian barat seperti Banda Aceh, Medan dan Padang, gerhana bisa diamati dari awal hingga akhir. Sedangkan di bagian timur Kalimantan Timur, seluruh Pulau Sulawesi, Kupang dan sekitarnya, Ternate dan sekitarnya, Ambon dan sekitarnya hingga bagian barat Papua, gerhana teramati dari awal sampai gerhana total berakhir.

Di bagian tengah Papua hingga Jayapura, gerhana dapat diamati dari awal hingga puncak gerhana. Selain dapat dilihat dari seluruh wilayah Indonesia, peristiwa “bulan darah”  juga akan terlihat dari Asia, Afrika, Eropa, Australia, hingga sebagian Amerika Selatan.

Di Semarang sendiri, ada beberapa pilihan tempat di Semarang, seperti Pantai Marina, Taman Tabanas-Gombel, hingga kawasan Masjid Agung Jawa Tengah. Tapi bisa juga menikmati gerhana dari teras rumah atau atap loteng masing-masing, asalkan tidak terhalang tembok tetangga.

Namun bagi warga Semarang, ada yang perlu dicatat di samping hal yang indah-indah dari gerhana. Tak lain adalah rob. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Semarang, Iis Widya Harmoko menyebutkan gerhana bulan total 28 Juli mendatang akan memicu rob di Semarang.

“Kalau Gerhana Bulan, di Semarang itu biasanya kena efek juga. Rob biasanya,” katanya.

Rob merupakan banjir air laut atau naiknya permukaan air laut. Diakibatkan oleh air laut yang pasang yang menggenangi daratan. Di Semarang, permasalahan rob telah terjadi cukup lama dan semakin parah karena terjadi penurunan permukaan tanah. Sedangkan permukaan air laut meninggi sebagai akibat pemanasan suhu bumi. (*)

 

Penulis: Ulfatun Ni’mah (magang)
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.